Karhutla Dekat TN Zamrud Riau Padam Usai 7 Hari, Operasi Pemadaman Berakhir

Karhutla Dekat TN Zamrud Riau Padam Usai 7 Hari, Operasi Pemadaman Berakhir

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 01 Sep 2026 23:46 WIB
Tim gabungan resmi menutup operasi pemadaman di TN Zamrud Siak setelah 7 hari, Selasa (1/9/2026)
Foto: Tim gabungan resmi menutup operasi pemadaman di TN Zamrud Siak setelah 7 hari. (dok. Istimewa)
Siak -

Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan dekat Taman Nasional (TN) Zamrud dan Tasik Betung, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, resmi diakhiri hari ini. Pemadaman dan pendinginan total di lahan seluas kurang lebih 30 hektare tersebut berhasil diselesaikan pada hari ketujuh.

"Setelah tujuh hari bekerja di lapangan, Alhamdulillah penanganan Karhutla di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud dapat kita selesaikan. Kurang lebih 30 hektare lahan yang terdampak telah ditangani melalui pemadaman dan pendinginan secara intensif oleh seluruh unsur yang terlibat," kata Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Keberhasilan penanganan karhutla ini tidak terlepas dari perbantuan personel serta dukungan peralatan penuh yang dikerahkan ke lokasi. Saat ini, kondisi di kedua areal konservasi tersebut dipastikan sudah aman dan terkendali tanpa ada sisa bara api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan berakhirnya operasi ini, langkah preventif dan patroli di sekitar kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan TN Zamrud akan makin ditingkatkan untuk menjaga kelestarian ekosistem dari ancaman karhutla susulan. Berakhirnya operasi ditandai dengan Apel Konsolidasi Akhir Penanganan Karhutla yang digelar di area Beruk 03 dan 08 PT Bumi Siak Pusako, Dusun Pangkalan Lanjut, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Selasa (1/9) sore.

"Setelah tujuh hari bekerja di lapangan, Alhamdulillah penanganan Karhutla di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud dapat kita selesaikan. Kurang lebih 30 hektare lahan yang terdampak telah ditangani melalui pemadaman dan pendinginan secara intensif oleh seluruh unsur yang terlibat," kata Sepuh.

Menurutnya, keberhasilan penanganan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel gabungan serta dukungan personel dan peralatan yang dikerahkan selama operasi berlangsung. Tim gabungan terdiri dari personel Polres Siak, Polsek Siak, Satbrimob dan Ditsamapta Polda Riau, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan dan kampung, Manggala Agni, BKSDA, serta personel dan regu pemadam kebakaran perusahaan yang berada di sekitar kawasan.

"Ini bukan pekerjaan satu institusi. Personel di lapangan bekerja bersama, melakukan pemadaman hingga pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi kembali memunculkan api," ujarnya.

Tim gabungan resmi menutup operasi pemadaman di TN Zamrud Siak setelah 7 hari, Selasa (1/9/2026)Tim gabungan resmi menutup operasi pemadaman di TN Zamrud Siak setelah 7 hari, Selasa (1/9/2026) Foto: dok. Istimewa

Selain kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, proses pendinginan Karhutla di kawasan Tasik Betung yang berada di areal Cagar Biosfer Giam Siak Kecil juga telah diselesaikan.

Meski operasi pemadaman berakhir, Sepuh menegaskan pengawasan tidak dihentikan. Patroli pemantauan tetap dilakukan selama tiga hari ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Langkah pencegahan juga dilanjutkan melalui patroli dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

"Operasi pemadaman memang selesai, tetapi kewaspadaan tidak boleh berhenti. Setelah ini fokus kita bergeser kepada pemantauan, pencegahan agar kebakaran tidak berulang, serta proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan," tegas Sepuh.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan berakhirnya operasi pemadaman di Dayun menunjukkan penanganan Karhutla dilakukan hingga kondisi lapangan benar-benar terkendali.

Menurut Akmadi, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sejak awal menekankan agar seluruh jajaran tidak sekadar memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi memastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh, terutama pada kawasan dengan karakteristik lahan yang berpotensi menyimpan bara.

Akmadi menjelaskan, apel konsolidasi bukan berarti kewaspadaan berakhir. Ini menandakan satu tahapan penanganan di lapangan telah selesai.

"Selanjutnya, personel tetap melakukan monitoring dan jajaran terus meningkatkan langkah pencegahan di wilayah-wilayah rawan," kata Akmadi.

(mea/jbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini