×
Ad

Kapolda Riau Bertolak ke Sumbar Tinjau Langsung Personel BKO di Posko Bencana

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 11:14 WIB
Foto: Polda Riau melepas 290 personel dan bantuan ke lokasi bencana di Sumbar. (dok. Polda Riau)
Pekanbaru -

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, hari ini bertolak menuju Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk meninjau langsung kondisi personelnya yang diperbantukan (BKO) di daerah terdampak bencana. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel yang berjuang di garis terdepan dalam penanganan bencana.

"Hari ini saya juga akan berangkat ke Agam dan melihat langsung tenda-tenda personel Polda Riau yang di-BKO-kan di sana. Salam dari Bapak Kapolri dan Ibu Ketua Umum Bhayangkari," ujar Irjen Herry Heryawan, di Mapolda Riau, Pekanbaru, Minggu (30/11/2025).

Kunjungan Kapolda Riau ini sekaligus untuk memperkuat solidaritas dan dukungan moral serta memastikan kesiapan personel dalam misi kemanusiaan di posko operasi bencana. Kapolda menegaskan, di tengah kondisi bencana saat ini, Polda Riau akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat tanpa mengenal batas yuridiksi.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap para korban bencana, pagi ini, Polda Riau juga melepaskan 6 truk bantuan logistik untuk disalurkan ke posko bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

"Bantuan yang kita harapkan adalah bantuan yang sangat dibutuhkan, yaitu kebutuhan pokok yang sifatnya darurat, termasuk perlengkapan bayi dan kebutuhan sehari-hari lainnya," katanya.

Adapun, bantuan yang disalurkan, antara lain 255 dus mi instan, 50 dus mi instan kemasan cup, 50 sak beras ukuran 10 kilogram, 33 sak beras ukuran 5 kilogram, 20 dus sarden, 140 dus air mineral, 70 dus kue kaleng, 40 dus susu kaleng, 20 dus gula, 20 dus teh celup, 20 dus kopi, 20 dus susu bayi, 30 dus pampers, 30 dus pembalut wanita, 25 buah kontainer, 240 helai selimut, 20 koli pakaian layak, dan 50 buah cangkul untuk peralatan evakuasi.

Selain bantuan logistik, Polda Riau juga mengirimkan sebanyak 290 personel BKO sebagai percepatan evakuasi dan penanganan bencana di wilayah Sumatera Barat.

"Yang terjadi saat ini, karena wilayah kita berdekatan dengan sumber bencana, kita segera melakukan pengerahan pasukan untuk memberikan respon cepat, terutama di Kabupaten Agam," imbuhnya.

Personel yang dilibatkan dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, dan Direktorat Polairud Polda Riau yang memiliki kemampuan khusus dalam Search and Rescue (SAR).

"Dari semua yang sudah kita dorong, kurang lebih 250 personel adalah mereka yang memiliki kemampuan khusus untuk penanganan darurat atau pencarian dan pertolongan," imbuhnya.

Para personel bekerja mulai hari ini di bawah kendali operasi Polda Sumatera Barat. "Insyaallah, dalam beberapa jam lagi-sekitar dua jam-mereka akan sampai dan memulai operasi. Nantinya, operasi ini akan berada di bawah kendali operasi Polda Sumbar," lanjutnya.

Tim Trauma Healing

Polda Riau juga mengirimkan psikolog untuk memperkuat upaya pemulihan trauma (trauma healing) korban bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Puluhan psikolog dari beberapa kampus di Riau akan dikirim untuk misi kemanusiaan ke lokasi bencana.

"Insyaallah besok kita akan dorong lagi dengan dibantu beberapa kampus di Provinsi Riau, ada 30-an psikolog yang melakukan trauma healing kepada korban yang terdampak," ujar Kapolda.

Kapolda menyampaikan bahwa selain bantuan logistik untuk sehari-hari, dukungan kesehatan mental sangat krusial untuk membantu mempercepat pemulihan psikis para korban yang terdampak bencana. Polda Riau sendiri melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) telah mengirimkan 6 psikolog ke lokasi bencana, pada Sabtu (29/11) kemarin.

"Selain bantuan yang bisa digunakan untuk sehari-hari, juga ada kemarin sudah mengirimkan 6 psikolog untuk mengirimkan trauma healing," imbuhnya.

Keterlibatan puluhan psikolog dari kampus ini melengkapi enam personel psikologi Polri yang telah lebih dulu diberangkatkan, memperkuat kapasitas tim Riau dalam memberikan dukungan mentalitas kepada masyarakat dan juga para petugas yang bertugas di lokasi bencana.

Pengiriman 30-an psikolog yang didukung berbagai kampus di Riau ini menunjukkan sinergi kuat antara institusi kepolisian dan akademisi dalam misi kemanusiaan. Puluhan tenaga ahli ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penyintas bencana yang membutuhkan pendampingan mental pasca-trauma.

Upaya ini menegaskan komitmen Polda Riau bahwa penanganan bencana tidak hanya sebatas logistik dan evakuasi fisik, tetapi juga meliputi pemulihan aspek psikologis demi keberlanjutan hidup para korban.

Lihat juga Video: Bahlil Kirim Tower Listrik ke Lokasi Banjir Aceh-Sumut Pakai Hercules




(mea/knv)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork