Anjing Pelacak Polda Riau Dikerahkan Cari Korban Longsor di Sumbar

Anjing Pelacak Polda Riau Dikerahkan Cari Korban Longsor di Sumbar

Mei Amelia Rachmat - detikNews
Sabtu, 29 Nov 2025 21:50 WIB
Polda Riau melepas 290 personel dan bantuan ke lokasi bencana di Sumbar. Kegiatan pelepasan pasukan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Sabtu (29/11/2025).
Foto: Polda Riau melepas 290 personel dan bantuan ke lokasi bencana di Sumbar. (dok. Polda Riau)
Pekanbaru -

Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengirimkan tim anjing pelacak (K-9) untuk membantu pencarian korban longsor dan banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan sebagai langkah percepatan evakuasi para korban bencana di wilayah Sumatera, khususnya, Sumbar.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat melepas 290 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke Sumbar dalam bagian Operasi Aman Nusa II. Menurutnya, langkah ini sangat penting, terutama setelah mendapatkan informasi dari Kapolda Riau bahwa masih ada 200-an korban yang tertimbun longsor dan belum terevakuasi.

"Semua harus bergerak cepat dan tepat," ujar Irjen Herry Heryawan, di Mapolda Riau, Sabtu (29/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim anjing pelacak difokuskan untuk melakukan pencarian korban longsor dan banjir bandang di beberapa titik lokasi. Kehadiran K-9 diharapkan mempercepat proses evakuasi para korban jiwa.

Adapun, 290 personel yang dikirimkan terdiri atas 5 bus Brimob, 4 truk peralatan Brimob, mobil water treatment, mobil penghasil air, 3 bus Ditsamapta, rantis K-9, rantis SAR, ambulans Biddokkes, mobil DVI, truk Polairud, mobil tanki logistik BBM, hingga perangkat komunikasi seperti repeater, Vicon, HT Motorola, dan internet satelit Starlink.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Polda Riau juga mengirimkan berbagai perlengkapan SAR termasuk tenda medis, pelbet, dapur lapangan, genset, drone, dan peralatan evakuasi turut diberangkatkan untuk memastikan operasi berjalan optimal.

Kapolda menegaskan, respons cepat bukanlah slogan, tetapi bukti kesiapan Polri dalam menghadapi situasi darurat.

"Informasi diterima, kekuatan dihitung, dan dalam hitungan jam pasukan diberangkatkan. Inilah arti readiness Polri, siap bergerak kapanpun, dimanapun, untuk siapapun," ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan solidaritas bahwa bencana alam adalah ujian kemanusiaan yang menguji empati, rasa persaudaraan, serta keberanian untuk saling membantu.

"Riau mengirimkan kekuatan bukan karena diminta, tetapi karena kita peduli," ucapnya.

Kepada personel yang diberangkatkan, Kapolda memberikan arahan untuk melaksanakan tugas secara profesional, cepat, tepat, dan humanis, mengutamakan keselamatan warga serta keselamatan diri, menjaga nama baik Polda Riau dan Polri, dan memastikan seluruh perkembangan situasi dilaporkan secara real time.

(mea/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads