Elektabilitas SBY 46,86%, JK Meroket

Survei Strategic Indonesia

Elektabilitas SBY 46,86%, JK Meroket

- detikNews
Senin, 06 Jul 2009 15:35 WIB
 Elektabilitas SBY 46,86%, JK Meroket
Jakarta - Tingkat keterpilihan (elektabilitas) capres-cawapres terus mengalami fluktuasi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009. Survei terbaru Strategic Indonesia menunjukkan elektabilitas capres SBY-Boediono menurun menjadi 46,86 persen. Sementara Jusuf Kalla (JK)-Wiranto meningkat tajam menjadi 32,46 persen dan pasangan Mega-Prabowo 20,34 persen.

"Ini survei yang dilakukan 1 sampai 3 Juli kemarin untuk mengetahui elektabilitas capres," kata Senior Partner Strategic Indonesia, Soenaryo, di Initiland Tower, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (6/7/2009).

Survei tersebut dilakukan di 15 provinsi, 51 daerah pemilihan (dapil) danĀ  135 kab/kota. Jumlah responden mencapai 18.439 orang. Sementara metode yang dipilih adalah accidental cluster sampling.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari jumlah tersebut, SBY unggul di pulau Jawa (49,8 persen) diikuti JK-Win (27,65 persen) dan Mega-Prabowo (22,19 persen). Sementara untuk responden di luar Jawa, elektabilitas JK di atas angin (71,6 persen), diikuti SBY-Boediono (21,73 persen) dan Mega-Prabowo (6,4 persen).

"Naik-turunnya ini banyak dipengaruhi oleh program yang ditampilkan dan diajukan capres-cawapres. Debat capres-cawapres, kampanye terbuka tidak terlampau signifikan mempengaruhi pilihan, termasuk black campaign," imbuh Soenaryo.

"Apapun yang dikatakan Andi Mallarangeng maupun Ruhut, pemilih bisa memilah. Itu kan Andi, itu kan Ruhut bukan SBY," imbuh Soenaryo.

Ketika ditanya mengapa survei hanya dilakukan di 15 provinsi dan bukan di seluruh provinsi, Soenaryo mengatakan 15 provinsi itu dipilih sudah sesuai dengan tingkat pertarungan dan keterwakilan. "Tingkat pertarungan sudah terwakili di 15 provinsi itu," kata dia.

Saat ditanya apakah survei didanai oleh capres tertentu, Soenaryo membantah. "Survei ini kami biayai sendiri," ujar Soenaryo.

(Ari/asy)


Berita Terkait