Audit Total Stadion Jangan Setengah Hati

ADVERTISEMENT

Kolom

Audit Total Stadion Jangan Setengah Hati

Totok Siswantara - detikNews
Selasa, 15 Nov 2022 11:20 WIB
Audit Total Stadion, Jangan Setengah Hati
Totok Siswantara (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo memerintahkan pemangku kepentingan untuk mengaudit semua stadion yang digunakan untuk kompetisi sepak bola di Indonesia. Presiden mengatakan audit itu diperlukan supaya tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang tidak terulang lagi di masa depan.

Publik berharap audit stadion mesti totalitas dan komprehensif. Jangan melakukan audit setengah hati, ala kadarnya, hanya bagian tertentu saja seperti sistem pintu keluar masuk penonton. Atau hanya audit terhadap kapasitas stadion dan kondisi tribun. Mestinya audit mencakup kekuatan struktur utama stadion, akses jalan menuju stadion, instalasi pencegah kebakaran, dan faktor lain di kawasan luar stadion.

Umur stadion olahraga khususnya stadion sepak bola sangat berpengaruh terhadap risiko bahaya yang bisa muncul. Namun begitu stadion yang baru dibangun sekalipun, kekuatan strukturnya bisa bermasalah. Salah satu contoh kasus struktur stadion pernah dialami oleh Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang baru dibangun, tetapi konstruksi sudah bermasalah karena pilar utamanya ambles yang disertai dengan retaknya lantai dan tembok.

Sebagian besar stadion sepak bola untuk penyelenggaraan Liga Indonesia bermasalah, tetapi luput dari perhatian. Program perawatan ala kadarnya dan tidak memiliki sistem mitigasi jika terjadi bencana. Rencananya setelah audit untuk Stadion Kanjuruhan akan dilanjutkan dengan mengaudit stadion-stadion berkapasitas besar lainnya yang menjadi tempat pertandingan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Adapun aspek yang diaudit meliputi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dari penggunaan stadion sebagai bangunan.

Pembangunan infrastruktur olahraga di negeri ini tanpa disertai dengan program pengembangan dan perawatan yang memadai. Sisi lain yang menyedihkan terkait dengan infrastruktur olahraga adalah mengenai utilitas dan biaya operasional stadion yang mengalami salah urus. Sepak bola adalah sihir sosial yang berdampak luar biasa. Sepak bola menjadi cermin sosial dan barometer tingkah laku masyarakat. Sampai-sampai pemikir sosial Antonio Gramsci menyatakan bahwa sepak bola merupakan model masyarakat yang sangat membutuhkan infrastruktur stadion, platform bisnis, pembiayaan klub, penegakan hukum fair play, dan budaya sportivitas suporter.

Langkah transformasi sepak bola yang ditekankan oleh Presiden Jokowi membutuhkan teknologi yang bisa menyempurnakan tingkat kepuasan penonton dalam stadion. Bahkan, stadion olimpiade di beberapa negara maju telah dirancang dengan teknologi yang memungkinkan penonton melakukan wisata virtual tiga dimensi di beberapa sisi stadion.

Pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur olahraga kebanyakan kurang terencana dengan baik. Dari segi pembiayaan maupun teknisnya. Perlu skema pembiayaan infrastruktur olahraga, khususnya stadion sepak bola yang lebih efektif dan menguntungkan. Baik dalam bentuk kerjasama dengan pihak swasta dengan skema joint ventures maupun build operate and transfer (BOT) agreement.

Tak bisa dimungkiri, standar teknis dan tata kelola bangunan stadion sering bermasalah dan luput dari perhatian sehingga menyebabkan bencana dan rawan kebakaran. Apalagi umur bangunan semakin tua sehingga didera oleh biaya perawatan yang tinggi. Ada kecenderungan pengelola stadion menunda-nunda jadwal perawatan berkala dan penggantian komponen yang sudah tidak bisa beroperasi semestinya.

Stadion olah raga mestinya memiliki sistem mitigasi yang baik untuk mencegah bahaya. Sistem tersebut meliputi aspek teknologi dan petugas yang mesti sigap menghadapi potensi bahaya. Masalah kerawanan bangunan publik yakni stadion olah raga yang bisa mengancam keselamatan jiwa merupakan fenomena puncak gunung es yang harus ditangani secara serius.

Patut mengambil hikmah kasus Stadion GBLA yang baru dibangun dan belum sempat dipakai tetapi konstruksinya mengalami ambles dan retak-retak. Infrastruktur Stadion GBLA yang mengalami masalah konstruksi ditunjukkan adanya penurunan atau amblesnya konstruksi utama hingga 75 cm. Secara teknis itu bisa fatal dan akan mendegradasi kekuatan bangunan dari waktu ke waktu. Pemerintah harus cepat tanggap sehubungan dengan banyaknya stadion yang kondisinya rawan dan bisa mengancam keselamatan umum. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) supaya serius mengusut proyek infrastruktur olahraga berkualitas rendah.

Audit total stadion olahraga sebaiknya dilakukan oleh auditor yang memiliki reputasi tinggi dan tidak ada konflik interes. Tidak bisa dimungkiri, pada saat ini ada masalah serius yang dihadapi oleh kontraktor nasional yang berkaitan dengan aspek Quantity Surveyor. Hal tersebut menyebabkan lemahnya estimasi waktu, kualitas bangunan dan biaya proyek. Serta buruknya risk management dan durasi proyek.

Di negara maju Quantity Surveyor juga biasa disebut dengan istilah Construction Economists, Cost Consultants, atau Cost Engineers. Secara garis besar lingkup pekerjaannya meliputi estimate and monitoring construction cost dari tahap awal sampai tahap akhir.

Sesuai dengan lingkup di atas, peran spesifik dari seorang Quantity Surveyor selama tahapan proyek; pertama, tahap feasibility study menuju tahap desain yakni melakukan value engineering terhadap desain yang ada. Kemudian menekan biaya proyek tanpa mengurangi tujuan dan fungsinya.

Juga mempersiapkan bill of quantities dan menyusun biaya. Tahap procurement atau pengadaan berupa penyiapan dokumen prakualifikasi atau tender dan menghitung penawaran tender yang paling kompetitif. Kemudian tahap construction hingga tahap pasca construction. Semua tahapan di atas harus terwujud dan dikelola sesuai dengan standar.

Totok Siswantara pengkaji transformasi sosial, teknologi, dan infrastruktur

(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT