ADVERTISEMENT

Kolom

Mbah Moen dan Keteguhan di PPP

Arwani Thomafi - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 19:30 WIB
Mbah Moen dan Keteguhan di PPP
Foto: Dok. PPP
Jakarta -

Tak terasa tiga tahun kita telah ditinggalkan almaghfurlah KH Maimoen Zubair. Meski tak lagi bersama di tengah-tengah kita, namun warisan kebajikan dan keluhuran akhlak Mbah Moen warisan bagi kita, para santri, muhibbin, dan masyarakat Indonesia.

Mengenang Mbah Moen tak bisa dilepaskan dari kegigihan dan keteguhan beliau bersama PPP hingga akhir hayatnya. Di saat para kiai dan ulama NU mendirikan partai politik baru pasca reformasi, Mbah Moen tetap kukuh bersama PPP. Mbah Moen bergeming, tetap berada dan memimpin barisan PPP.

Dalam beberapa kesempatan, Mbah Moen menyampaikan soal komitmennya terhadap PPP. Sejak kelahiran PPP pada tahun 1973, Mbah Moen masuk dan aktif di PPP. Bahkan, Mbah Moen menyebut konsisten di PPP hingga hari kiamat. "Saya konsisten di PPP. Jadi di PPP sampai ila yaumil qiyamah," ujar Mbah Moen dalam sebuah kesempatan di hadapan kader PPP.

Pernyataan Mbah Moen terkonfirmasi di lapangan. Dinamika politik saat orde baru, awal reformasi, hingga dinamika di internal PPP, Mbah Moen tetap berada di PPP. Loyalitas dan komitmen Mbah Moen terhadap PPP sebagai wasilah untuk perjuangan politik umat Islam di Indonesia menginspirasi kita semua.

Mbah Moen telah mewariskan pondasi dalam berpolitik (mabda' siyasi) melalui PPP. Dinamika yang terjadi dalam politik kenegaraan, termasuk politik internal partai, Mbah Moen melaluinya dengan ringan tanpa beban. Di saat bersamaan, Mbah Moen secara kuat memegang prinsip dalam berpolitik, yakni konsisten berada di PPP karena berpartai di PPP bagi Mbah Moen merupakan salah satu prinsip dasar yang beliau pedomani.

Pondasi Politik Mbah Moen

Politik bagi Mbah Moen merupakan wasilah untuk memperjuangkan nilai (value) yang dituangkan dalam bentuk kebijakan publik yang memberi dampak ke banyak orang. Itu pula yang selalu diwanti-wanti ke kader PPP agar senantiasa memperjuangkan nilai melalui kebijakan publik, baik di parlemen maupun lembaga publik lainnya.

Sebagai seorang ulama, setiap tindak tanduk Mbah Moen, termasuk dalam urusan politik juga tak lepas dari pedoman ilmu. Dalam kitab al-Intishor al-Madzahib Syekh Maimoen Zubair karangan KH Baha'udin Nur Salim, disebutkan setiap tindakan politik Mbah Moen memiliki dasar yang kuat baik sanad maupun manhajnya. Bahkan, Gus Baha' secara gamblang menyebut tindakan politik Mbah Moen tidak hanya memiliki sanad yang shahih, tetapi juga memiliki landasan yang kuat Lahu manhajun sohihun wa sanadun qowiyyun. Di titik ini, Mbah Moen menampilkan sosok yang berilmu dengan menyandarkan setiap tindakan dengan ilmu.

Contoh sikap politik Mbah Moen yang kerap dinilai berbeda seperti melakukan kerjasama politik dengan pihak yang dianggap bukan tokoh atau kelompok Islam. Padahal, bila ditelisik sikap tersebut memiliki dasar dan rujukan yang shahih dan kuat. Seperti dituturkan Gus Baha', praktik tersebut pernah terjadi di era Rasulullah Muhammad dengan Bani Khuza'ah sebagai mitra politik nabi menjelang pembebasan Mekah futuhu makkah yang menyuplai informasi terkait pergerakan kelompok Qurays, padahal kelompok ini jelas-jelas bukan Islam.

Di titik yang lain, Mbah Moen meninggalkan warisan kepada kita semua, yakni mampu mencari titik kimiawi (chemistry) antara Islam, Indonesia dan tradisi. Islam dan Indonesia tidak dipertentangkan. Namun sebaliknya, Islam dan Indonesia saling beriringan. Islam menjadi inspirasi dalam pembangunan Indonesia. Mbah Moen menampilkan sosok yang moderat dalam beragama, berpolitik dan bernegara. Maka kendati Mbah Moen dikenal sebagai ulama yang sejak awal konsisten di PPP, namun tidak menyurutkan pelbagai tokoh lintas partai, lintas agama serta lintas kelompok merajut persahabatan dan meminta nasihat dari Mbah Moen.

Nilai luhur dan bijak yang ditinggalkan Mbah Moen harus menjadi pondasi dasar dalam berpolitik khususnya bagi kader PPP. Institusionalisasi mabda' siyasi yang ditinggalkan oleh Mbah Moen ini menjadi kebutuhan bagi PPP. Pada dasarnya, hal ini juga telah dirumuskan dalam enam prinsip dasar PPP, yakni prinsip Ibadah; prinsip Amar Ma'ruf Nahi Munkar; Prinsip Kebenaran, Kejujuran dan Keadilan; Prinsip Musyawarah; Prinsip Persamaan, Kebersamaan dan Persatuan; dan Prinsip Istiqomah. Mbah Moen secara paripurna telah mengejawantahkan prinsip dasar berpartai tersebut dalam praktik dan tindakan. Warisan besar Mbah Moen ini harus senantiasa kita teruskan dan aktualisasikan dalam tindakan.

Spirit Mbah Moen

Menjelang Mbah Moen meninggalkan kita semua, PPP telah mampu melewati turbulensi politik dan mampu melewati Pemilu 2019 dengan lolos parliamentary threshold. Satu hal yang sering kita dengarkan dari wejangan Mbah Moen agar kader berjuang menegakkan amar ma'ruf nahi munkar melalui PPP. Tidak hanya itu, Mbah Moen juga sangat berharap agar PPP tetap eksis dalam panggung politik nasional. Harapan tersebut terkonfirmasi dengan komitmen Mbah Moen mengawal PPP hingga akhir hayat beliau. Harapan Mbah Moen itu menjadi amanat bagi seluruh kader untuk mewujudkannya melalui politik elektoral.

Saat ini, tugas seluruh kader untuk menunaikan amanat tersebut dengan penuh sungguh-sungguh dan senantiasa memegang pondasi dasar dalam berpolitik sebagaimana Mbah Moen praktikkan dan contohkan kepada kita semua. Spirit Mbah Moen dalam berpartai harus menjadi role model yang mewujud sebagai nilai dan pedoman bagi setiap kader dalam beraktivitas di jalur politik PPP. Berpolitik sebagai jalan perjuangan untuk kemaslahatan umat, bukan yang lain.

Arwani Thomafi, Sekjen PPP

(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT