31 ABK WNI Asal Taiwan Dipulangkan ke Indonesia

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 22:14 WIB
Kemnaker
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei memulangkan 31 Anak Buah Kapal Indonesia asal Taiwan. Kepulangan ini merupakan dampak pandemi COVID-19 yang melanda sejumlah negara, termasuk Taiwan.

"Untuk saat ini, langkah pemulangan adalah langkah yang telah dipilih oleh para awak kapal tersebut," ujar Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Eva Trisiana dalam keterangan tertulis, Rabu (25/11/2020).

Eva mengatakan kepulangan 31 ABK tersebut menyusul 30 awak kapal yang tiba terlebih dahulu di Tanah Air pada 11 November dan 3 ABK pada 14 Oktober lalu. Para awak kapal sebelumnya juga telah melakukan tes PCR sesuai dengan persyaratan pihak Taiwan.

Lebih lanjut Eva menyampaikan pemerintah Indonesia melalui KDEI Taipei telah melakukan upaya-upaya agar para ABK dapat segera dipulangkan. Hal ini juga telah dilakukan di Jakarta melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) Jakarta.

Upaya-upaya tersebut pun membuahkan hasil. Adapun pada 5 Oktober 2020, Taiwan mengizinkan kapal-kapal berbendera non Taiwan untuk dapat bersandar di pelabuhan-pelabuhan Taiwan dan para awak kapal dapat dipulangkan.

"Untuk itu Pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada otoritas terkait Taiwan," ucapnya.

Eva menambahkan pihak KDEI Taipei juga akan terus mengupayakan hak-hak ketenagakerjaan yang belum selesai. Untuk selanjutnya, secara bertahap para ABK yang tersisa akan terus dipulangkan. Setiap bulannya sebanyak 30 awak kapal dari total sebanyak 196 awak kapal/pelaut Indonesia akan dipulangkan.

Terkait hal ini, Eva berharap, ke depan pihaknya dapat memulangkan lebih banyak AKB dalam setiap batch-nya, atau memperbanyak jadwal pemulangan dalam sebulan. Dengan demikian, para awak kapal tidak perlu menunggu terlalu lama untuk dapat pulang ke tanah air. Ia juga menghargai upaya yang telah dilakukan oleh Taiwan, yang tentunya telah dipertimbangkan berdasarkan kondisi di Taiwan.

"Sekali lagi, terima kasih kepada otoritas Taiwan dan atas kerja samanya dalam repatriasi para awak kapal Indonesia, juga kepada Pemerintah Indonesia melalui Kemnaker dan KDEI Taipei yang secara terus menerus tak kenal lelah membantu memfasilitasi penyelesaian permasalahan-permasalahan yang ada khususnya permasalahan awak kapal ini," pungkasnya.

(prf/ega)