BPH Migas & Unsri Kerja Sama Buat Kajian Kebutuhan Migas di Sumsel

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 16:48 WIB
BPH Migas
Foto: dok. BPH Migas
Jakarta -

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Universitas Sriwijaya (Unsri) melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hilir minyak dan gas bumi. Nota kesepahaman yang berlaku selama 5 tahun ini meliputi sembilan ruang lingkup.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan sesuai dengan teori keunggulan kompetitif (competitive advantage) dari Michael Porter, perlu adanya sinergitas dan kolaborasi antara Academic, Business, dan Governance atau yang sering disingkat ABG sehingga pencapaian ekonomi akan lebih cepat.

"Selain ABG, kerja sama dengan perguruan tinggi ini juga diperkuat dengan adanya Teori Triple Helix dari Henry Ezkowick yang diadopsi Komite Inovasi Nasional (KIN) yang menguatkan peran strategis perguruan tinggi, kalangan badan usaha (bisnis) untuk menggerakkan percepatan ekonomi nasional," ucap Ifan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2020).

Lebih lanjut Ifan menyampaikan BPH Migas akan melakukan kerja sama dengan 34 perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia terkait pelaksanaan tupoksi BPH Migas. Saat ini BPH Migas sudah melakukan penandatanganan MOU dengan UI, UGM, ITB Undip, Unibraw, dan UNPAD serta terbaru dengan UNSRI.

Beberapa kerja sama yang dilakukan BPH Migas dengan PTN yang sudah berlangsung saat ini antara lain Kajian Akademik terkait Pembuatan Owner Estimate untuk standar acuan lelang pipa gas transmisi dan WJD, Peraturan Konsultan Pengawas Investasi (KPPI) pembangunan pipa gas, Kajian pemanfaatan LNG untuk dalam negeri, peraturan peran BPH Migas sebagai dispute resolution antar Badan Usaha dan terkait cadangan operasional Badan Usaha serta pemanfaatan iuran BPH Migas untuk pengembangan sektor hilir migas.

Menurut Ifan, ada beberapa hal yang bisa menjadi kajian dari kerja sama BPH Migas dan Unsri, yaitu proyeksi dan modeling kebutuhan BBM dan gas di Sumatera Selatan untuk 5 tahun ke depan dan sampai untuk pemetaan jumlah ideal dan sebaran depo, penyalur, mini SPBU serta sub penyalur di wilayah Sumatera Selatan yang terkenal sebagai lumbung energi ini.

"Kerja sama ini sangat perlu untuk mengetahui secara akademik berapa kebutuhan BBM dan gas di wilayah Sumsel sehingga dalam penyaluran nanti akan menjadi tepat" pungkas Ifan.

Sementara itu, Rektor Unsri Anis Saggaf mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BPH Migas terhadap Unsri dan kerja sama ini akan memberikan manfaat bagi kampus sebagai lembaga akademis dan manfaat bagi masyarakat bangsa indonesia. Dia mengatakan kajian akademis tersebut akan melibatkan sejumlah dosen Unsri yang ahli di bidangnya.

"Kami akan mendukung pengembangan jargas untuk rumah tangga di Sumsel dan kami akan memulai kajian pada tahun ini juga akan kami siapkan," katanya.

Sebagai informasi, nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa dan Rektor Unsri Anis Saggaff serta disaksikan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR Alex Noerdin di Hotel Aryaduta, Palembang, Sumatera Selatan (16/10/2020).

Adapun sembilan ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, perencanaan dan pelaksanaan penelitian, pengembangan dan pengkajian bersama di bidang hilir minyak dan gas bumi,pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi, program magang mahasiswa, pengembangan perguruan tinggi khususnya di bidang hilir minyak dan gas bumi,penempatan tenaga ahli sebagai tenaga konsultan atau 'part-time', pertukaran informasi dan data ilmiah, penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan fasilitas lain yang dimiliki oleh para pihak, dan kegiatan lain yang disepakati kedua pihak.

(prf/ega)