Selamat untuk Pak Komunikator
Bagikan opini, gagasan, atau sudut pandang Anda mengenai isu-isu terkini
Kirim Tulisan

Surat kepada Presiden

Selamat untuk Pak Komunikator

Selasa, 09 Feb 2010 18:35 WIB
Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com
Selamat untuk Pak Komunikator
Jakarta - Pak Presiden, PublicAffairsAsia yang berkantor di Hong Kong sudah menetapkan anda sebagai juara dunia komunikasi politik. Saya mengucapkan selamat atas penghargaan tersebut dan menyarankan agar mulai sekarang anda berhenti mengeluhkan nasib anda kepada rakyat. Kasihan rakyat anda, terutama yang melarat-melarat itu. Mereka membutuhkan harapan dan pemimpin yang bisa dijadikan tempat bersandar. Bisa tambah mumet mereka kalau sering-sering mendengar kepala negara mengeluh. Bagaimanapun, posisi anda sebagai pemikul mandat menghendaki anda selalu menunjukkan kualitas di atas rata-rata.

Jika anda merasakan munculnya dorongan kuat untuk curhat (anda manusia biasa), alangkah baiknya jika curhat itu anda sampaikan saja kepada orang-orang terdekat anda. Namun jika anda menganggap itu sebagai jurus ampuh menarik simpati dan anda ingin meneruskannya, tak ada yang bisa melarang anda. Anda seorang presiden. Pastilah anda juga punya hak prerogatif untuk curhat. Apakah anda berpikir perlu juga anda sampaikan kepada publik bahwa ada orang-orang yang mencibir penghargaan yang anda terima?

Saya sendiri menyambut gembira prestasi anda, Pak Presiden. Dan saya pikir setiap orang bisa tidur nyenyak setelah menyadari bahwa mereka memiliki presiden yang jagoan berkomunikasi. Anda tahu, komunikasi yang buruk adalah awal mula dari berbagai gangguan, baik itu fisik maupun mental. Komunikasi yang buruk dalam sebuah keluarga bisa membuat seluruh anggota keluarga ngilu-ngilu, atau mengalami gangguan sakit kepala, asam lambung, didera kecemasan, tensi darah naik, dan sebagainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam surat saya sebelum ini, saya menyampaikan kritik mengenai betapa samarnya kalimat-kalimat dalam pidato anda. Tetapi itu karena saya belum mendengar anda bakalan mendapatkan penghargaan sebagai komunikator. Sekarang, saya akan mencoba meyakini bahwa anda, sebagai komunikator terbaik, tentu saja memiliki kemampuan untuk menyampaikan kalimat yang jernih dan pesan yang transparan.

Saya kira itulah konsekuensi dari penghargaan yang anda terima. Anda diminta untuk bicara jernih dan transparan, sebab akan sangat mengecewakan jika seorang presiden dan sekaligus komunikator terbaik menampakkan kecenderungan berbelit-belit dan menjauhi harapan rakyat. Dan, satu lagi, seorang juara komunikasi tentulah orang yang efektif dalam menyampaikan pesan.

Mengenai transparansi, saya lihat anda sudah mencoba menunjukkannya. Misalnya, dalam kasus Century. Anda pernah membuat pernyataan agar kasus Century ini dibuka sejelas-jelasnya. Itu pernyataan seorang kepala negara dan, di tingkat partai, bisa saja diartikan sebagai perintah ketua dewan pembina kepada orang-orang Demokrat yang menjadi anggota Pansus.

Pernyataan itu tepat sekali, Pak Presiden, hanya sayang anda kembali absen setelah itu. Anda bahkan terkesan membiarkan saja ketika orang-orang Demokrat di Pansus menunjukkan kecenderungan untuk menutup-nutupi kasus ini (sesuatu yang bertentangan dengan pesan anda). Dan anda pun tidak bersuara ketika Ruhut Sitompul membuat Pansus tampak mengerikan di mata publik dengan tingkah laku dan omongannya.

Hal semacam ini bisa membuat publik berspekulasi bahwa Presiden mendua: ada pernyataan untuk menenteramkan publik, dan ada skenario kamar gelap. Maksud saya, apa sebenarnya yang anda kehendaki dengan pernyataan itu? Jika anda benar-benar menginginkan kasus Century dibuka sejelas-jelasnya, bukankah mudah bagi anda untuk meminta orang-orang Demokrat menjadi pihak terdepan dalam membuka kasus itu? Kenapa justru mereka yang paling bertentangan dengan pesan anda?

Itu catatan kecil saya, Pak Presiden. Saya pikir tak perlu saya memberi tahu anda bahwa seorang kepala negara semestinya bisa menjadikan pesannya efektif. Anda seorang komunikator terbaik, pastilah anda sudah paham soal itu. Sebuah pesan yang tidak diikuti, bahkan oleh orang-orang dari kalangan partai sendiri, niscaya akan menimbulkan dugaan yang macam-macam di kalangan masyarakat.

Sekian surat saya. Salam,

A.S. Laksana

NB: Saya membaca berita bahwa anda sempat menunda wawancara dengan RCTI karena tidak menemukan sawah yang ijo royo-royo sebagai latar belakang. Itu tak masalah jika anda hendak membuat videoklip, tetapi terasa agak lucu bagi seorang komunikator. Sebab pesan terbaik bisa disampaikan di mana saja.

(asy/asy)


Berita Terkait