detikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Jumat 13 Juli 2018, 13:52 WIB

Kolom

Keunggulan Bangsa Olahraga

Heru Susetyo - detikNews
Keunggulan Bangsa Olahraga Kota tua Zagreb, Ibukota Kroasia, Mei 2017 (Foto: Heru Susetyo)
Jakarta - Tahukah Anda bahwa Kroasia digelari sebagai The Best Sporting Nation alias Bangsa Olahraga Terbaik di muka bumi? Gelar tersebut disematkan oleh Tabloid Bild edisi 8 Juni 2018 yang terbit di Jerman. Pasalnya, negeri kecil di tenggara Eropa persis di tepian Laut Adriatik ini walaupun mini negerinya, namun sarat prestasi olahraganya. Paling tidak, The Bild menyitir bahwa olahragawan Kroasia amat unggul di olahraga bola tangan (handball), ski, dan polo air (water polo). Satu hal, yang luput dari pantauan The Bild, adalah bahwa Kroasia juga amat ciamik di bidang sepakbola. Buktinya adalah di World Cup 2018 di Rusia.

Dari empat semifinalis World Cup 2018, perhelatan sepakbola empat tahunan paling akbar sejagat, Kroasia paling mengundang perhatian. Berstatus sebagai tim semenjana dengan urutan no. 20 sedunia dalam ranking FIFA 2017, Kroasia sempat dipandang sebelah mata. Bandingkan dengan Belgia urutan ke-3 dunia, Prancis urutan ke-7, dan Inggris yang menempati posisi ke-12.

Kenyataannya, Kroasia adalah pembunuh raksasa. Sebelum sampai semifinal ia melumat Argentina (urutan ke-5 FIFA) dan Denmark (urutan ke-12 FIFA), sebelum mengalahkan tuan rumah Rusia melalui adu penalti. Dan, bukan kali ini mereka melaju ke semifinal Piala Dunia. Pada World Cup 1998 di Prancis, alias tiga tahun saja sejak mereka baru sembuh dari derita Perang Balkan (atau Perang Yugoslavia), mereka sudah melaju ke semifinal dan bahkan berhasil merebut juara ketiga. Striker-nya Davor Suker, kini ketua asosiasi sepakbola Kroasia, bahkan menjadi pencetak gol terbanyak (top scorer) dengan enam gol.

Bagaimana bisa negara yang belum lama memerdekakan diri dari Federasi Yugoslavia (pada 1991) pasca kejatuhan komunisme di Eropa Timur lalu berperang empat tahun lamanya, bisa mencapai performa amat meyakinkan di Piala Dunia 1998? Bagaimana pula predikat tim semenjana dengan status tidak diunggulkan bisa sampai ke --sampai tulisan ini dibuat-- ke semifinal Piala Dunia?

Statistik berikut ini lebih mencengangkan. Penduduk Kroasia hanyalah 4.1 juta jiwa, alias hampir setara dengan penduduk Provinsi Sulawesi Utara saja (yang berjumlah 4.3 juta jiwa). Sementara luas wilayahnya hanya lebih kecil sedikit dari Propinsi Aceh, dan lebih luas sedikit dari Provinsi Jambi. Alias, amat kecil apabila dibandingkan dengan wilayah Indonesia. Namun, mengapa prestasi sepakbola Kroasia amat luar biasa, utamanya apabila dibandingkan dengan Indonesia, negeri yang memiliki 265 juta penduduk (pada 2018) dengan luas wilayah ke-15 terbesar sedunia dan jumlah pulau terbanyak sedunia (17.508 buah)?

Di luar sepakabola, sesuai dengan telaah The Bild, negeri mini Kroasia juga terkenal untuk cabang olahraga tenis. Para petenisnya seperti Goran Ivanisevic dan Ivan Ljubic pernah menempati urutan ke-2 dan ke-3 di dunia pada eranya masing-masing. Petenis putrinya, Iva Majoli, mencapai ranking 4 dunia pada 1996, persis saat Kroasia dilanda Perang Balkan. Saat ini, Marin Cilic yang merupakan asuhan langsung dari Goran Ivanisevic, bahkan menempati posisi 3 di dunia.

Tak hanya itu, tim bola tangan Kroasia adalah juara tiga kompetisi di Eropa pada 2016, lalu tim polo air-nya adalah juara dunia dua kali, yang terakhir pada 2017. Kemudian, atlet ski-nya Jelena Kostelic, adalah peraih lima medali emas Olimpiade di puncak kariernya pada dekade 2000-an. Jangan lupakan juga, tim bola basket Kroasia adalah peraih medali perak Olimpiade 1992 dan banyak para pemain basket asal Kroasia yang bermain atau pernah bermain di liga bola basket paling top sejagat, yaitu NBA di Amerika Serikat. Antara lain Drazen Petrovic (almarhum), Toni Kukoc, dan Dario Saric.

Tak salah apabila Kroasia digelari "Best Sporting Nation" oleh The Bild. Pertanyaannya sekarang, apa yang membuat Kroasia unggul di bidang olahraga?

Romeo Jozak, mantan direktur teknis Federasi Sepakbola Kroasia, menyebutkan (dalam croatiaweek.com, 25/6/2018) bahwa faktor genetika, kualitas, dan struktur pengembangan pelatihan, gairah, budaya, dan rasa cinta Tanah Air yang tinggi adalah sebab-sebab utama keunggulan olahraga Kroasia.

Faktor genetika barangkali sukar dijelaskan. Namun, pengamatan saya yang pernah tiga kali ke Kroasia pada 2017 turut mendukung penjelasan ini. Rata-rata orang Kroasia yang saya temui memang bertubuh atletis dan juga tinggi. Bahkan berita The Telegraph (6/8/2017) menyebutkan bahwa bangsa Kroasia adalah bangsa bertinggi badan nomor tujuh tertinggi sedunia untuk laki-lakinya (rata-rata 1.805 m) dan tertinggi keenam sedunia untuk wanitanya. Survei yang sama menyebutkan bahwa orang Indonesia adalah bangsa yang bertubuh paling pendek sedunia, baik untuk laki-laki maupun perempuannya (rata-rata 1.58 m).

Faktor keunggulan Kroasia berikutnya adalah kualitas kepelatihan dan pengembangan kurikulum teknis keolahragaan. Talenta-talenta hebat di bidang olahraga sudah dibina sejak dini dengan kualitas coaching yang amat tinggi. Faktor lainnya, menurut Jozak (2018) adalah patriotisme. Rasa cinta Tanah Air, budaya, gairah, dan cinta terhadap olahraga betul-betul mengakar pada setiap orang Kroasia. Ketika berkompetisi dalam olahraga, jiwa patriotik ini bangkit. Para atlet olahraga adalah duta besar duta besar Kroasia yang melahirkan kebanggaan nasional.

Faktor terakhir, dan yang paling penting, adalah kerja keras dan latihan keras. Jozak (2018) menyebutkan bahwa faktor utama setelah menemukan talenta hebat sejak dini dan membina mereka secara benar adalah bekerja keras dan persiapan matang. Khususnya bagi tim sepakbola, Davor Suker (detikcom, 8/7/2018) menyebutkan bahwa persiapan matang adalah kunci keistimewaan Tim Kroasia.

Timnas Kroasia boleh bertaburan pemain bintang yang malang-melintang di Liga Eropa seperti Luka Modric (Real Madrid), Mario Mandzukic (Juventus), Dejan Lovren (Liverpool), Ivan Rakitic (Barcelona), dan Ivan Perisic (Inter Milan). Namun, tanpa persiapan matang dan kerja sama tim yang baik, kesebelasan bertaburan para bintang pun tak banyak manfaatnya.

Maka, mari belajar dari Kroasia dan mengambil sisi-sisi baik pembinaan olahraganya. Apalagi, di luar urusan olahraga, Kroasia adalah salah destinasi wisata paling indah di Eropa. Kota pantai Dubrovnik, kota tua Zagreb, dan Danau Plitvice adalah di antara tempat-tempat paling menarik untuk dikunjungi di muka bumi, really worth visiting!

Heru Susetyo pengamat sepakbola dan dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com