Tim terdiri dari 6 personel ini memulai pencarian di sekitar titik awal kapal terguling, Teluk Bawang, masuk Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
"Tim yang terjun dari Pos SAR Jember, terdiri dari 6 personel. Tim juga sudah berkoordinasi dengan warga (nelayan) setempat," kata Kasi Ops Basarnar Kantor Surabaya, Wahyu Efendi, Selasa (23/1/2018).
Pencarian akan dilakukan selama 3 hari. Tim juga berkoordinasi dengan warga dan nelayan sekitar.
Baca Juga: Kapal Diterjang Ombak, Satu Nelayan Pasuruan Tewas, Satu Hilang
"Jika selama 3 hari belum ada tanda-tanda korban, akan dilakukan evaluasi dan dihentikan. Dan jika kami dapat informasi ada tanda keberadaab korban, tim akan langsung terjun," terangnya.
Kapal motor nelayan asal Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, terhempas ombak dan terguling di Perairan Desa Bayeman, Kabupaten Probolinggo, Senin (22/1) pukul 16.30 WIB. Saat kejadian, terjadi hujan lebat di laut.
Tergulingnya kapal tersebut, satu orang pemilik kapal, Sahlawi (55) ditemukan tewas. Sementara Abdul Najib (25) hilang. 10 Nelayan lainnya berhasil diselamatkan nelayan lainnya. Nelayan yang tewas sudah dikebumikan. Sedangkan 10 nelayan masih tampak trauma. (fat/fat)










































