Seperti di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Dusun ini adalah kawasan terdekat atau berjarak 3 Km dari Gunung Bromo.
Di dusun ini pula, pengunjung tidak lagi bisa melihat suasana asri, hijaunya tanaman sayuran warga, karena semua sudah tertimbun abu vulkanik dari erupsi Bromo.
Bahkan, papan selamat datang di taman nasional Bromo Tengger Semeru, yang ada di sekitar loket, nyaris tak bisa terbaca karena tertutup abu vulkanik. Petugas loket malah disibukkan dengan membersihkan area wisata dari abu yang terus mengguyur di area tersebut dengan ketebalan mecapai 2 milimeter.
Selain itu, pengunjung juga hanya bisa melihat warga-warga lereng Bromo juga disibukkan dengan membersihkan rumah dari abu.
Menurut Meica, wisatawan asal Belanda, mengaku tetap senang meski kondisi Gunung Bromo, pada pergantian tahun ini sedang erupsi.
"Saya rasa tetap begus pemandangan Bromo, malah terlihat lebih bagus. Kami tetap senang," kata Meica, saat ditemui di lokasi Bromo.
Diprediksi pada malam pergantian tahun hingga perayaan tahun baru besok, pengunjung Gunung Bromo, tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Hingga kini Bromo, terus menyemburkan asap kelabu kecoklatan tebal, dengan tekanan sedang hingga kuat dengan ketinggian 1.500 meter dan mengarah ke tenggara-timur.
Sedangkan gempa tremor, yang terekam seismograph pos pantau pada Kamis (31/12) pagi dengan amplitudo maksimal 3 sampai 37 milimeter, dominan 14 milimeter. (fat/fat)










































