Peristiwa tersebut terjadi Selasa (28/2) kemarin, sekitar pukul 17.30 WIB. Tujuh bangunan terdiri enam tempat tinggal dan satu kantor serbaguna RW 05 itu berdiri sejajar di atas kirmir kali. Musibah pergerakan tanah tersebut tidak memakan korban jiwa.
Ketua RT 04, Toni Suhanda (54) mengatakan, kejadian bermula setelah hujan deras yang mengguyur kawasan permukiman padat penduduk ini. "Kemarin, saya lagi mengepel lantai pos serbaguna. Tiba-tiba terasa getaran," ujar Toni di lokasi bangunan ambrol, Rabu (1/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bangunan ini langsung ambrol ke kali," ucap Toni.
Foto: Baban Gandapurnama |
Lantai bagian dalam ruangan berukuran 3 meter x 7 meter tersebut runtuh. Sementara bangunan depan masih utuh meski terancam roboh.
"Kursi, meja, timbangan, ikut terbawa reruntuhan bangunan," ucap Toni.
Bukan hanya kantor serbaguna RW 05, menurut Toni, tembok dapur rumah milik Nana Suryana (48) turut roboh. Lima rumah warga lainnya mengalami keretakan pada bagian lantai dan tembok.
"Bangunan runtuh ini penyebabnya karena fondasi atau kirmir tergerus air kali. Kondisi tanah juga labil," ucap Toni.
Material bangunan yang ambrol menumpuk di kali. Puluhan petugas Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung diterjunkan untuk menyingkirkan reruntuhan agar tak membendung arus kali Cikapundung Kolot. (ern/ern)












































Foto: Baban Gandapurnama