Luiz Inacio Lula da Silva kembali menang pemilu Brasil. Ia mencetak sejarah dengan menjabat Presiden Brasil selama 4 periode.
Dilansir AFP dan Reuters, Senin (26/10/2026), kemenangan tersebut diraih secara dramatis setelah sebelumnya senator sayap kanan Flavio Bolsonaro mengunggulinya pada putaran pertama. Kemenangan Lula tersebut mematahkan semua prediksi sekaligus mengamankan masa jabatan keempatnya yang tidak dijalani secara berturut-turut.
Berdasarkan hasil resmi, ia memperoleh 51,75 persen suara. Sementara Flavio Bolsonaro, putra Mantan Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro, meraih 48,25 persen. Flavio sempat merasa yakin akan menang pada hari pemungutan suara karena keunggulannya dalam berbagai jajak pendapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kemenangan Lula, Brasil berhasil membendung gelombang konservatif yang telah melanda sejumlah negara, seperti Argentina, Chili, Kolombia, dan Peru, yang semuanya beralih ke haluan kanan dengan dukungan dari Presiden AS Donald Trump.
Skandal Perpanjangan Waktu
Masa kampanye Pemilu diwarnai oleh skandal dan saling lempar tuduhan. Pemilu di Brasil sempat diwarnai kekacauan menyusul putusan Mahkamah Agung di saat-saat terakhir yang memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam.
Keputusan ini diambil atas permintaan Lula, yang melaporkan bahwa layanan bus di berbagai kota telah dihentikan, sehingga menghalangi warga untuk memberikan suara.
Flavio Bolsonaro (kiri) dan Pesiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva saat menghadiri debat capres terakhir pada Jumat (23/10) waktu setempat (Foto: REUTERS/Agustin Marcarian) |
Flavio Bolsonaro juga sempat meminta perpanjangan waktu di beberapa wilayah akibat hujan deras, namun kubunya mengecam keras keputusan perpanjangan waktu yang diberlakukan secara nasional tersebut.
"Entah kita menang, atau kita menang. Anggap saja ini peringatan," tulis Nikolas Ferreira, seorang legislator pendukung Bolsonaro, di platform X saat penghitungan suara berlangsung.
Kampanye yang sengit ini mengungkap perpecahan mendalam di negara berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa tersebut. Seorang warga Brasil Aurelio Junior (45) mengaku aneh dengan perpanjangan waktu pemilu tersebut.
"Ini memalukan. Belum pernah ada kejadian seperti ini di Brasil, dan sekarang mereka malah mencetuskan ide untuk memperpanjang waktu pemilihan selama dua jam," ujar Aurelio Junior, seorang dokter gigi di Brasil.
Jacqueline Maria Lima de Franca (34) seorang pemilik usaha di Rio de Janeiro yang mendukung Lula, mengatakan bahwa langkah tersebut "sangat wajar... setiap orang seharusnya memiliki hak untuk memilih, dan hak itu selama ini terabaikan."
Pidato Kemenangan Lula
Dalam pidato pertama usai kemenangannya, Lula da Silva mengucapkan terima kasih kepada rakyat Brasil yang disebutnya telah memberikan suara untuk "menjamin demokrasi" di negara tersebut.
"Orang-orang datang untuk memilih karena kita berhasil meyakinkan mereka bahwa memberikan suara sangatlah penting demi menjamin demokrasi di negara ini," kata Lula da Silva dalam komentar pertamanya setelah meraih kemenangan.
Kemenangan ini disambut kembang api dan suara vuvuzela di Rio de Janeiro, dengan ribuan orang yang mengenakan pakaian serba merah -- warna Partai Pekerja yang menaungi Lula da Silva -- memadati jalanan di Sao Paulo untuk merayakan kemenangan itu.
Simak Video 'Lula Menang Pemilu Brasil Lagi, Cetak Sejarah 4 Kali Jadi Presiden':

