Pasukan keamanan Yordania menangkap tiga tersangka terkait penembakan di sebuah Gereja Ortodoks Yunani, yang menewaskan sembilan orang. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyinggung soal pihak-pihak yang menyebut AS sebagai "Setan Besar" dan Israel sebagai "Setan Kecil".
Ketiga tersangka penembakan di gereja itu ditangkap dalam operasi keamanan gabungan Yordania, yang diwarnai bentrokan bersenjata saat upaya penangkapan dilakukan.
Sementara itu, saat menegaskan dukungan teguh untuk Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam pemilu legislatif Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober, Trump juga menyinggung soal pihak yang disebutnya "sangat jahat" yang pernah menyebut AS sebagai "Setan Besar" dan Israel sebagai "Setan Kecil".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (26/10/2026):
- Yordania Tangkap 3 Tersangka terkait Penembakan Gereja
Pasukan keamanan Yordania menangkap tiga tersangka terkait penembakan di sebuah Gereja Ortodoks Yunani, yang menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 25 orang lainnya.
"Menyusul operasi keamanan gabungan, penyelidikan khusus dan tim penggerebekan menangkap tiga teroris yang bertanggung jawab atas serangan teroris pengecut," demikian dilaporkan televisi pemerintah Yordania, seperti dilansir AFP, Senin (26/10/2026).
Disebutkan bahwa ketiga tersangka mengalami luka-luka setelah terlibat bentrokan bersenjata saat upaya penangkapan dilakukan.
- Lula da Silva Menang Pilpres Brasil Lagi, Flavio Bolsonaro Ogah Akui
Senator Brasil, Flavio Bolsonaro, capres yang juga anak mantan Presiden Jair Bolsonaro, menolak untuk mengakui kemenangan kandidat petahana, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, dalam putaran kedua pilpres yang digelar pada Minggu (25/10) waktu setempat.
Tidak hanya menolak untuk mengakui kekalahannya, Flavio juga menyatakan akan berupaya membatalkan hasil pemungutan suara.
Lula da Silva, yang merupakan tokoh ikonik sayap kiri yang akan menginjak 81 tahun, berhasil meraih kemenangan dramatis dan mematahkan prediksi dengan memenangkan masa jabatan keempatnya sebagai Presiden Brasil. Ini menjadi pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
- Trump Singgung Pihak yang Pernah Bilang Israel Setan Kecil dan AS Setan Besar
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyinggung soal pihak-pihak yang menyebut AS sebagai "Setan Besar" dan Israel sebagai "Setan Kecil" dalam postingan terbarunya untuk mendukung Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam postingannya via akun media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Senin (26/10/2026), Trump menegaskan dukungan teguh untuk Netanyahu dan membujuk para pemilih Israel untuk memilih kembali sekutunya itu dalam pemilu legislatif yang dijadwalkan pada 27 Oktober waktu setempat.
Trump juga menyinggung soal pihak yang disebutnya "sangat jahat" yang pernah menyebut AS sebagai "Setan Besar" dan Israel sebagai "Setan Kecil".
- Netanyahu Tuding Iran Mau Ganggu Pemilu Israel: Jangan Coba-coba
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyebut Iran dan sekutunya mungkin berupaya mengganggu pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober waktu setempat. Netanyahu pun memperingatkan Teheran agar tidak melakukan tindakan bermusuhan apa pun.
Dalam kampanyenya, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (26/10/2026), Netanyahu sangat menonjolkan rekam jejak di bidang keamanan. Dia menggembar-gemborkan perang yang dilancarkan Israel, bersama Amerika Serikat (AS), terhadap Iran pada akhir Februari, dan menegaskan hanya dirinya yang mampu menuntaskan perang tersebut.
"Kita memiliki indikasi intelijen bahwa musuh-musuh kita, yakni Iran dan kelompok-kelompok proksinya, mungkin mencoba menantang kita dengan serangan-serangan yang bertujuan mengganggu jalannya pemilu," kata Netanyahu dalam pernyataan video yang dirilis kantor PM Israel pada Minggu (25/10).
- Arab Saudi Gempur Peluncur Rudal Houthi Usai Bandara Riyadh Diserang
Koalisi militer Arab Saudi menggempur sejumlah peluncur rudal dan fasilitas penyimpanan milik kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman. Serangan udara itu dilancarkan setelah Houthi, yang didukung Iran itu, mengklaim serangan baru terhadap bandara internasional di Riyadh, ibu kota Saudi.
Operasi militer Saudi terhadap Houthi itu, seperti dilansir AFP, Senin (26/10/2026), dilancarkan sehari setelah serangkaian ledakan mengguncang ibu kota Saudi, dan otoritas setempat mengirimkan pesan memperingatkan "ancaman udara yan bermusuhan" kepada penduduk setempat.
Juru bicara koalisi Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan via media sosial X bahwa operasi militer mereka telah menghancurkan empat peluncur rudal balistik, sebuah depot rudal, dan terowongan-terowongan yang digunakan oleh Houthi, yang saat ini menguasai sebagian besar wilayah Yaman.
Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: Prabowo 'Tantang' MSCI-11 Korporasi Asing Terseret Karhutla
