Trump Isyaratkan Operasi Militer Baru AS terhadap Iran

Trump Isyaratkan Operasi Militer Baru AS terhadap Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2026 10:07 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik untuk Pemilu Paruh Waktu di Dallas, Texas, Amerika Serikat, Rabu (9/9/2026). REUTERS
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan bahwa AS mungkin akan melancarkan operasi militer baru terhadap Iran, saat perang kedua negara hampir memasuki bulan kedelapan dan kenaikan harga bahan bakar mulai membebani pemilu sela AS.

Hal itu, seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Sabtu (24/10/2026), disampaikan Trump saat membahas perang Iran dalam kampanye pemilu sela AS untuk Partai Republik di Florida pada Jumat (23/10) waktu setempat.

Dalam pidatonya pada kampanye itu, Trump menyinggung soal "Operation Midnight Hammer" dan "Operation Epic Fury", dua operasi militer AS terhadap Iran, yang diklaim olehnya telah merusak parah kemampuan nuklir Teheran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita telah melenyapkan kapasitas pengayaan nuklir Iran melalui Operation Midnight Hammer," kata Trump di hadapan para pendukungnya.

ADVERTISEMENT

"Kalian ingat kejadian larut malam itu, salah satunya, dan kita menuntaskan sisanya melalui Operation Epic Fury," sebutnya.

Trump kemudian melontarkan kemungkinan adanya tindakan militer lebih lanjut, jika Iran tidak menyepakati penyelesaian konflik melalui negosiasi.

"Kita mungkin akan melakukan 'Epic Fury' kecil lainnya, atau mereka akan setuju (untuk bernegosiasi) ," cetus Trump.

"Jika mereka cerdas, mereka akan langsung berkata, 'Mari kita membahas ini dengan serius'," ucap Presiden AS itu merujuk pada Iran, sembari menambahkan bahwa dirinya meragukan Teheran akan mengambil langkah tersebut.

Sebelumnya pada Jumat (23/10), Trump mengatakan bahwa AS dapat mengakhiri perang dengan cepat. Namun dia mempertanyakan apakah Washington sebaiknya mengupayakan penyelesaian cepat atau membiarkan konflik mereda secara bertahap.

Beberapa waktu terakhir, Trump kerap mengubah tujuan dan jadwal untuk perang melawan Iran. Dia sempat mengatakan pada awal bulan ini bahwa AS tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilu sela yang dijadwalkan pada 3 November, yang akan menentukan partai mana yang menguasai Kongres AS.

Perang Iran menjadi salah satu topik hangat dalam pemilu sela, dengan banyak warga AS merasa frustrasi dengan terus berlanjutnya perang melawan Iran. Lonjakan harga bahan bakar dan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya semakin mempersulit kehidupan warga AS, yang membuat angka kepuasan publik terhadap Trump terus menurun.

Di sisi lain, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang, yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan, menghadapi kebuntuan beberapa waktu terakhir, dengan kedua pihak bersikeras pada tuntutan masing-masing.

Tonton juga video "Trump soal Demo Ricuh di Prancis: Macron, Tutuplah Perbatasan Anda!"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini