Raja Charles Kutip Hadits Nabi Muhammad saat Jamu Sultan Oman

Raja Charles Kutip Hadits Nabi Muhammad saat Jamu Sultan Oman

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 21 Okt 2026 22:39 WIB
The Sultan of Oman, Sultan Haitham bin Tariq al Said, and Britains King Charles attend the state banquet for the Sultan of Oman, at Windsor Castle, in Windsor, Britain, October 20, 2026.    Jordan Pettitt/Pool via REUTERS
Raja Charles jamu kenegaraan Sultan Oman Haitham bin Tarik di Kastil Windsor. (Foto: via REUTERS/Jordan Pettitt)
Jakarta -

Raja Charles mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW saat jamuan makan kenegaraan menyambut Sultan Oman Haitham bin Tarik di Kastil Windsor, Inggris. Hadits tersebut terkait budi pekerti penduduk Oman.

Dilansir Roya News, Rabu (21/10/2026), Raja Charles membaca hadits tersebut dalam bahasa Arab di hadapan sekitar 160 tamu. Raja Charles mengutip Hadits: "Jika engkau datang kepada penduduk Oman, mereka tidak akan mencaci maki engkau dan tidak pula memukuli engkau."

Raja Charles menyoroti hadits tersebut sebagai cerminan dari karakter mulia dan semangat toleransi yang telah lama ditunjukkan oleh Oman sepanjang sejarah. Pernyataannya merupakan bagian dari pidato yang memuji upaya perdamaian diplomatik Kesultanan di seluruh Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunjungan kenegaraan selama tiga hari ini menandai kunjungan pertama seorang sultan Oman ke Inggris dalam lebih dari 40 tahun. Selama jamuan makan, Raja Charles menekankan hubungan diplomatik, historis, dan militer yang mendalam antara London dan Muscat.

ADVERTISEMENT

Ia secara khusus memuji "netralitas konstruktif" Oman dan perannya sebagai penengah yang terpercaya dalam konflik regional. Serta mencatat upaya-upaya terbaru Oman untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran dan menjaga navigasi tetap terbuka melalui Selat Hormuz yang strategis.

"Di saat konflik kembali melanda kawasan ini dengan begitu menyakitkan, saya ingin secara khusus mengakui komitmen teguh Oman sebagai pihak penengah yang dipercaya oleh semua pihak," ujarnya dilansir AFP.

"Peran Oman di seluruh kawasan Teluk dan 'netralitas konstruktifnya', seperti yang Anda sebutkan, memiliki arti yang jauh melampaui Selat Hormuz, dan sangat layak mendapatkan penghormatan tertinggi dari kita," tambahnya.

Kunjungan kenegaraan ini berlangsung di tengah meningkatnya gejolak regional di Timur Tengah, dengan Oman memainkan peran mediasi sentral.

Sebagai bagian dari agendanya, Sultan Haitham dijadwalkan untuk mengadakan diskusi bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham untuk fokus pada keamanan regional, perdagangan, dan peluang investasi bersama para pemimpin senior perusahaan dari kedua negara.

(eva/fca)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini