Otoritas Prancis memperluas pemberlakuan jam malam menyusul unjuk rasa memprotes meningkatnya biaya hidup, yang diwarnai kerusuhan dan penjarahan. Jam malam yang sebelumnya hanya diberlakukan di area ibu kota Paris, kini juga diberlakukan di area Nice, Lyon, dan sebagian wilayah Gironde.
Di Paris, seperti dilaporkan televisi Prancis, BFMTV, dan dilansir Anadolu Agency, Selasa (20/10/2026), jam malam akan diberlakukan mulai pukul 22.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat di sekitar Place de la Republique dan ruas jalanan di kawasan Les Halles.
Jam malam itu berlaku untuk seluruh penduduk, bukan hanya untuk anak di bawah umur. Larangan unjuk rasa di sejumlah kawasan di Paris juga diumumkan, yang akan diberlakukan mulai pukul 20.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Lyon, jam malam akan diterapkan mulai pukul 21.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat di sebagian wilayah Presqu'ile, yang merupakan pusat kota tersebut.
Wali Kota Nice, Eric Ciotti, mengumumkan pemberlakuan jam malam di wilayahnya, yang berlaku untuk anak di bawah umur, mulai pukul 21.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat di jalanan pusat kota.
Ciotti mengatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk melindungi warga, sembari menyebut keberadaan "gerombolan perusuh yang berkeliaran di jalanan pada akhir pekan lalu.
Sementara itu di area Gironde, Prancis bagian barat daya, jam malam akan diberlakukan bagi anak di bawah umur yang tidak didampingi wali yang sah. Jam malam di Gironde berlaku mulai pukul 22.00 waktu setempat hingga pukul 07.00 waktu setempat, hingga 26 Oktober mendatang.
Menurut otoritas Gironde, kebijakan ini mencakup wilayah-wilayah yang paling terdampak oleh aksi penjarahan dan vandalisme pada 17 Oktober lalu, saat unjuk rasa marak.
Pembatasan ini diberlakukan seiring dengan langkah otoritas di berbagai wilayah Prancis untuk menerapkan jam malam dan tindakan keamanan lainnya, menyusul terjadinya kekerasan dan penjarahan dalam unjuk rasa yang berlangsung secara nasional pada akhir pekan lalu, yang tujuannya memprotes kenaikan biaya hidup.
Sebelumnya, atau pada Senin (19/10) malam, otoritas Prancis mengatakan bahwa jam malam akan diberlakukan di empat wilayah di Prancis bagian utara, yakni Lille, Douai, Wattignies, dan Denain, selama dua malam. Pemberlakuan jam malam ini telah mendapat persetujuan dari masing-masing wali kota.
Jam malam di wilayah-wilayah itu diberlakukan mulai pukul 20.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat. Sedangkan di wilayah Denain, diberlakukan mulai pukul 21.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat, hingga 25 Oktober mendatang.
Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Prancis Sebastien Lecornu meminta para prefek atau kepala wilayah untuk menerapkan jam malam secara lokal dan parsial sebagai respons terhadap kerusuhan yang terjadi. Dia juga mengumumkan operasi besar-besaran untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan dan penjarahan.
Lihat juga Video 'Apa Pemicu Demo di Prancis hingga Berujung Kerusuhan dan Penjarahan?':










































