×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Okt 2026 17:52 WIB
Momen petempur Houthi di Yaman meluncurkan rudal (dok. via REUTERS/HOUTHI MEDIA CENTER)
Jakarta -

Serangan rudal Houthi menghantam istana kepresidenan Al-Maashiq di Aden, Yaman, pada Kamis (15/10). Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong tengah menyelidiki perusahaan yang bertanggung jawab atas karhutla di Indonesia hingga memicu kabut asap menyelimuti negaranya.

Sedikitnya lima orang tewas dan 16 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Houthi tersebut. Menteri Kesehatan Yaman, Qasim Buhaibeh, mengatakan bahwa para korban tewas maupun korban luka itu mencakup para personel keamanan yang berjaga di kompleks itu, dan para pegawai sipil.

Sementara itu, PM Wong mengatakan Singapura akan menggunakan UU Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas dalam mengusut perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab atas karhutla itu.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (16/10/2026):

- AS Akan Pakai Mother of All Bombs Lawan Iran? Trump Bilang Gini

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi laporan media yang menyebut dirinya sedang mempertimbangkan penggunaan bom terbesar buatan AS, yang disebut "mother of all bombs" atau "ibu dari segala bom", dalam operasi militer terhadap Iran.

Trump, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (16/10/2026), terkesan memberikan jawaban tidak tegas saat ditanya soal potensi penggunaan "mother of all bombs". Presiden AS ini justru menekankan bahwa bom jenis itu bukanlah senjata nuklir.

Dalam wawancara dengan media Newsmax pada Kamis (15/10) waktu setempat, Trump ditanya soal laporan media yang menyebut pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk menggunakan "mother of all bombs" terhadap Iran, kemungkinan setelah pemilu sela AS pada November mendatang.

- Rudal Houthi Hantam Istana Kepresidenan Yaman, 5 Orang Tewas

Serangan rudal Houthi menghantam istana kepresidenan Al-Maashiq di Aden, Yaman, pada Kamis (15/10) waktu setempat, saat konflik di negara itu kembali berkobar. Sedikitnya lima orang tewas dan 16 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menteri Kesehatan Yaman, Qasim Buhaibeh, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (16/10/2026), mengatakan bahwa para korban tewas maupun korban luka itu mencakup para personel keamanan yang berjaga di kompleks tersebut, dan para pegawai sipil.

Kepulan asap terlihat membubung tinggi dari lokasi kejadian, dengan penduduk setempat melaporkan mendengar rentetan suara ledakan selama serangan berlangsung pada Kamis (15/10) waktu setempat.




(nvc/nvc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork