Serangan rudal Houthi menghantam istana kepresidenan Al-Maashiq di Aden, Yaman, pada Kamis (15/10). Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong tengah menyelidiki perusahaan yang bertanggung jawab atas karhutla di Indonesia hingga memicu kabut asap menyelimuti negaranya.
Sedikitnya lima orang tewas dan 16 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Houthi tersebut. Menteri Kesehatan Yaman, Qasim Buhaibeh, mengatakan bahwa para korban tewas maupun korban luka itu mencakup para personel keamanan yang berjaga di kompleks itu, dan para pegawai sipil.
Sementara itu, PM Wong mengatakan Singapura akan menggunakan UU Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas dalam mengusut perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab atas karhutla itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (16/10/2026):
- AS Akan Pakai Mother of All Bombs Lawan Iran? Trump Bilang Gini
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi laporan media yang menyebut dirinya sedang mempertimbangkan penggunaan bom terbesar buatan AS, yang disebut "mother of all bombs" atau "ibu dari segala bom", dalam operasi militer terhadap Iran.
Trump, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (16/10/2026), terkesan memberikan jawaban tidak tegas saat ditanya soal potensi penggunaan "mother of all bombs". Presiden AS ini justru menekankan bahwa bom jenis itu bukanlah senjata nuklir.
Dalam wawancara dengan media Newsmax pada Kamis (15/10) waktu setempat, Trump ditanya soal laporan media yang menyebut pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk menggunakan "mother of all bombs" terhadap Iran, kemungkinan setelah pemilu sela AS pada November mendatang.
- Rudal Houthi Hantam Istana Kepresidenan Yaman, 5 Orang Tewas
Serangan rudal Houthi menghantam istana kepresidenan Al-Maashiq di Aden, Yaman, pada Kamis (15/10) waktu setempat, saat konflik di negara itu kembali berkobar. Sedikitnya lima orang tewas dan 16 orang lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Kesehatan Yaman, Qasim Buhaibeh, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (16/10/2026), mengatakan bahwa para korban tewas maupun korban luka itu mencakup para personel keamanan yang berjaga di kompleks tersebut, dan para pegawai sipil.
Kepulan asap terlihat membubung tinggi dari lokasi kejadian, dengan penduduk setempat melaporkan mendengar rentetan suara ledakan selama serangan berlangsung pada Kamis (15/10) waktu setempat.
- Singapura Pertimbangkan Usut Perusahaan di Balik Karhutla Pemicu Asap
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong tengah menyelidiki perusahaan yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia hingga menyebabkan kabut asap menyelimuti negaranya. Dia mengatakan Singapura akan menggunakan UU Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas.
"Jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) Singapura, serta menjajaki langkah bersama dengan negara-negara lain," tulisnya dalam sebuah unggahan di media sosial seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (16/10/2026).
Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas, yang mulai berlaku pada September 2014, memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan yang bertanggung jawab menyebabkan atau berkontribusi terhadap polusi kabut asap di Singapura. Langkah hukum itu tetap bisa dilakukan kegiatan perusahaan tersebut berlangsung di luar negeri.
- Picu Kontroversi, Jubir Baru Trump Kritik Toilet di China
Sekretaris Pers Gedung Putih yang baru, Katie Zacharia, menuai kontroversi dengan komentarnya soal toilet di China. Zacharia, yang baru ditunjuk kurang dari seminggu lalu untuk menjadi juru bicara baru bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ini, menyebut China tidak memiliki "toilet yang layak".
Zacharia yang berusia 41 tahun ini, menggantikan Karoline Leavitt yang mengundurkan diri pada Agustus lalu untuk mengurus anak-anaknya yang masih kecil.
Dalam wawancara dengan seorang influencer ternama AS, seperti dilansir AFP, Jumat (16/10/2026), Zacharia yang pernah tinggal di China ini menceritakan kembali persepsi yang berkembang pada tahun 2016 lalu, soal China akan segera melampaui AS.
- Iran Wanti-wanti AS Akan 'Menyesal' Jika Lancarkan Serangan Baru
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa serangan terbaru dari Amerika Serikat (AS) akan menuai respons yang akan membuat Washington "menyesal". IRGC mengklaim bahwa Teheran telah memperoleh persenjataan yang jauh lebih canggih dibandingkan saat awal perang berkecamuk.
Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, seperti dilansir Tasnim News Agency dan Middle East Monitor, Jumat (16/10/2026), menyebut bahwa serangan terbaru AS terhadap Iran akan menjadi tindakan yang "tidak logis", namun tetap mungkin terjadi.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Mohebbi menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin mempertimbangkan untuk kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran demi meraih keuntungan politik menjelang pemilu sela pada 3 November mendatang.










































