Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Tuai Kecaman

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Tuai Kecaman

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Okt 2026 06:42 WIB
Protes terkait larangan hijab di sekolah Azerbaijan (Screenshot video 20detik/APA)
Foto: Protes terkait larangan hijab di sekolah Azerbaijan (Screenshot video 20detik/APA)
Jakarta -

Pemerintah Azerbaijan mengeluarkan kebijakan terbaru di dunia pendidikan mereka. Siswa dan staf kini dilarang mengenakan hijab di sekolah.

Dirangkum detikcom, Kamis (15/10/2026), aturan itu mengacu pada amandemen peraturan seragam sekolah yang telah disetujui bulan lalu. Meski tidak secara eksplisit melarang penutup kepala bagi wanita Muslim di sekolah, namun aturan itu melarang penggunaan pakaian di sekolah yang menurut pemerintah melanggar 'prinsip sekularisme'.

Timbulkan Gelombang Protes

Dilansir Al Jazeera, Rabu (14/10), keputusan ini langsung memicu protes setelah sejumlah sekolah mulai melarang siswa dan guru yang behijab mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Seorang guru bernama Zahra Hasanova mengatakan dia diberitahu tidak boleh lagi mengenakan hijab di sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejujurnya, saya merasa agak emosional. Saya merasa terluka. (Hijab) adalah pilihan pribadi, dan jika suatu hari nanti saya ingin melepasnya, itu pun seharusnya menjadi pilihan saya sendiri," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kebijakan tersebut memicu protes serta kampanye di media sosial di Azerbaijan. Beredar video yang memperlihatkan para siswa memeluk guru mereka sambil menangis saat dilarang masuk ke sekolah viral.

Media setempat melaporkan siswa di setidaknya dua sekolah di Azerbaijan melakukan boikot kelas sebagai bentuk protes terhadap pembatasan tersebut. Jurnalis yang sedang dipenjara, Polad Aslanov, yang menjalani hukuman penjara 113 tahun setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi, juga ikut melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes terhadap aturan baru tersebut.

"Meski berada di dalam penjara, saya menyuarakan penolakan terhadap pelanggaran hak-hak konstitusional kami dengan menggunakan satu-satunya cara perjuangan yang bisa saya lakukan, yaitu mogok makan!" ujar Aslanov dalam sebuah pesan yang diunggah di Facebook oleh istrinya, Gulmira Aslanova.

Kampanye media sosial yang diikuti dengan aksi protes juga merambah ke Turki. Sebagian pihak melihat adanya kemiripan antara situasi di Azerbaijan ini dengan peristiwa 'kudeta pascamodern' di Turki pada tahun 1997 ketika perempuan yang mengenakan jilbab dilarang mengikuti perkuliahan di universitas serta diberhentikan dari pekerjaan mereka sebagai pegawai negeri atau dipaksa untuk mengundurkan diri.

Pekan lalu, para pengunjuk rasa berkumpul di depan konsulat Azerbaijan di Istanbul untuk memprotes pembatasan yang berdampak pada perempuan Muslim. Mereka mendesak pihak berwenang di Baku untuk meninjau kembali keputusan tersebut.

Alasan di Balik Aturan Larangan Hijab di Sekolah

Pemerintah Azerbaijan mengubah aturan seragam sekolah yang secara tak langsung melarang penggunaan hijab di sekolah. Apa alasan di balik larangan itu?

Dilansir Al-Jazeera, Rabu (14/10), amandemen terhadap aturan seragam itu disetujui bulan lalu. Aturan baru itu disebut tidak secara eksplisit melarang penutup kepala Muslim tersebut, namun melarang penggunaan pakaian di sekolah yang menurut pemerintah melanggar 'prinsip sekularisme'.

Kantor berita negara Azerbaijan, Azerbaijani Press Agency (APA), menyatakan amandemen aturan seragam bagi siswa di lembaga pendidikan umum negeri ditujukan untuk memastikan standar berpakaian seragam yang mencerminkan 'prinsip sekuler' negara itu. Sebagai informasi, 96% penduduk Azerbaijan adalah Muslim.

Namun, konstitusi negara menetapkan Azerbaijan sebagai negara sekuler sekaligus menjamin kebebasan beragama. APA juga menambahkan pakaian yang mencerminkan 'sejarah, budaya, serta nilai-nilai nasional dan moral rakyat Azerbaijan' boleh dikenakan dalam acara perayaan, dengan syarat mendapat persetujuan dari Dewan Pedagogis yang berada di bawah naungan Kementerian Sains dan Pendidikan.

Aturan pakaian semacam itu disebut bertujuan untuk memastikan guru mencerminkan 'standar profesional' dan akan berdampak positif terhadap 'reputasi publik sekolah'.

Lihat Video 'Pelajar-Ortu di Azerbaijan Protes 'Larangan Hijab di Sekolah', 37 Orang Ditangkap':

Halaman 2 dari 2
(ygs/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini