Pemerintah Iran menyatakan kesiapan dalam menghadapi segala kemungkinan skenario perang, saat konflik dengan Amerika Serikat (AS) terus berlanjut. Informasi terbaru menyebut Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan serangan baru, yang kemungkinan bisa terjadi sebelum pemilu sela Amerika pada 3 November.
"Kita siap menghadapi segala skenario, termasuk penghentian layanan penerbangan atau kereta api," kata juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, dalam konferensi pers, seperti dilaporkan kantor berita ISNA dan dilansir Al-Arabiya, Rabu (14/10/2026).
Namun Mohajerani menambahkan bahwa dirinya tidak dapat mengungkapkan langkah-langkah darurat pemerintah Iran, dengan alasan negara sedang dalam perang dan informasi tertentu tidak boleh dipublikasikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak dapat mengungkapkan langkah-langkah yang diambil pemerintah karena kita sedang dalam keadaan perang," tegasnya.
Dia menambahkan bahwa meskipun sejumlah laporan tidak lebih dari sekadar rumor dan spekulasi, pemerintah Iran tentu saja telah bersiap menghadapi skenario-skenario yang paling sulit.
Pernyataan juru bicara pemerintah Iran ini disampaikan di tengah semakin meningkatnya peringatan dan ancaman dari Teheran dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, seperti dilaporkan Fars News Agency, mengatakan bahwa setiap serangan lanjutan dari AS dan Israel akan dibalas dengan "respons tegas", dan akan mengakibatkan kerugian lebih besar bagi pihak lawan Iran.
Dia mengatakan bahwa Iran telah melengkapi Angkatan Bersenjatanya dengan "teknologi rudal dan drone yang lebih canggih", serta sistem pertahanan udara, pertahanan laut, dan pertahanan darat.
Tidak hanya itu, menurut Talaei-Nik, Iran telah meningkatkan kapasitas produksi persenjataan, peralatan pertahanan, dan amunisi hingga 2,5 kali lipat dibandingkan dengan tingkat produksi sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari lalu.
"Produksi beberapa jenis senjata telah meningkat lebih dari tiga kali lipat," sebutnya.
Dia menyebutkan bahwa lebih dari 1.000 sistem, senjata, jenis peralatan, dan amunisi saat ini masuk dalam cakupan kapasitas produksi Kementerian Pertahanan dan jaringan mitranya.
Trump Beri Kisi-kisi, Bakal Serang Iran Sebelum Pemilu Sela AS
Sementara itu, Trump pekan ini mengisyaratkan aksi militer terbaru terhadap Iran. Laporan media AS menyebutkan bahwa Trump, bersama Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, membahas serangan besar-besaran terhadap Iran sebelum pemilu sela AS pada November mendatang.
"Tunggu saja sampai kalian melihat apa yang akan kita lakukan terhadap Iran. Kita akan melakukan sesuatu yang besar," kata Trump saat berbicara kepada pendukungnya dalam kampanye menjelang pemilu sela untuk Partai Republik di Alaska, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (14/10).
"Kita sudah muak. Kalian tahu, kita sudah muak," ucapnya.
Upaya diplomasi antara AS dan Iran berujung buntu beberapa waktu terakhir, dengan kedua negara terus berselisih, terutama mengenai kendali atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global.










































