Pengadilan di New Delhi, India, memerintahkan pembebasan tiga pemimpin gerakan pemuda India 'Cockroach' atau Partai Kecoak. Salah satu ialah pendiri Partai Kecoak, Abhijeet Dipke.
Dilansir Al-Jazeera, Minggu (11/10/2026), pengacara mereka menyebut pembebasan ini terjadi sehari setelah mereka ditahan menjelang unjuk rasa yang menuntut pengunduran diri kepala penyelenggara pemilu negara tersebut.
Ketiganya ditangkap saat pesawat mereka mendarat di New Delhi pada Sabtu (10/1). Mereka saat itu sedang berupaya mengumpulkan ribuan orang di Jantar Mantar, kawasan pusat New Delhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 2.000 orang, termasuk politisi oposisi, jurnalis, dan pengacara, sempat ditahan oleh polisi. Ratna Singh, kepala tim hukum Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Kecoak menyebut Dipke dan rekan-rekannya telah dibebaskan berdasarkan perintah pengadilan.
Dia menyebut mereka dibebaskan dengan syarat tidak melakukan 'tindakan yang mengganggu ketertiban umum selama satu tahun'. Ribuan personel polisi dan paramiliter dikerahkan di seluruh penjuru kota pada Sabtu (10/10) dan layanan internet seluler di kawasan pusat bisnis dihentikan saat pihak berwenang berupaya mencegah demonstrasi yang diorganisir oleh CJP dan kelompok pemuda lainnya.
Puluhan stasiun metro dan pasar juga ditutup. Surat kabar The Hindu yang mengutip sumber kepolisian Delhi, melaporkan hampir 2.500 pengunjuk rasa ditahan di seluruh wilayah ibu kota.
Sementara, kantor berita Reuters, yang mengutip seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri, menyebutkan angka sekitar 2.000 orang. Menurut kantor berita ANI, sekitar 600 orang juga ditangkap di kota Mumbai, yang merupakan pusat keuangan India, terkait aksi protes tersebut.
Para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilu Gyanesh Kumar terkait revisi daftar pemilih yang mereka nilai sangat menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP), partai berkuasa yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi. Para pengunjuk rasa menuduh BJP memanfaatkan program Revisi Intensif Khusus (SIR) pada daftar pemilih untuk mempengaruhi hasil pemilu.
Partai-partai oposisi menyatakan revisi tersebut berdampak pada beberapa pemilihan umum tingkat negara bagian yang dimenangkan BJP. Hal itu menimbulkan keraguan terhadap integritas pemilu di negara demokrasi terbesar di dunia ini.
Kumar belum memberikan komentar, namun Komisi Pemilihan Umum dan BJP telah membantah tuduhan adanya pelanggaran tersebut. CJP telah merencanakan untuk mengumpulkan ribuan orang di Jantar Mantar, sebuah lokasi yang ditetapkan untuk unjuk rasa di pusat New Delhi. Namun, pada hari Sabtu, kawasan tersebut ditutup oleh aparat keamanan sebelum demonstrasi dimulai.










































