12 Orang Tewas Akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh WN AS-Mesir

12 Orang Tewas Akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh WN AS-Mesir

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 11 Okt 2026 06:52 WIB
Saudi Kembali Diserang Houthi, Suriah Pertimbangkan Bantuan Militer
Serangan Houthi di Saudi (Foto: DW News)
Riyadh -

Sebanyak 12 orang tewas akibat serangan kelompok Houthi, Yaman, terhadap Bandara Riyadh, Arab Saudi. Korban tewas merupakan warga negara Amerika Serikat (AS) hingga Mesir.

Dilansir Aljazeera, Minggu (11/10/2026), korban tewas mencakup empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu orang dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.⁣

Selain itu, serangan tersebut melukai 309 orang lainnya, pernyataan otoritas penerbangan sipil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia akan segera memutuskan apakah akan bergabung dalam serangan Saudi terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran, menyusul serangan terhadap bandara Riyadh.

ADVERTISEMENT

"Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terkini itu, jadi kami akan mengambil keputusan," ujar Trump kepada para wartawan di Gedung Putih dilansir dari AFP.

"Kami bertindak sangat cepat," lanjutnya.

Kedutaan besar negara-negara asing di Arab Saudi memperingatkan warga mereka untuk menjauhi Bandara Riyadh. Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat mengimbau warga negara mereka untuk menghindari bandara tersebut dan mematuhi instruksi keamanan setempat.

Kedutaan Besar Spanyol, dalam pesannya di platform X, menyatakan bahwa peringatan tersebut dikeluarkan akibat adanya "serangan baru" oleh kelompok Houthi terhadap bandara itu-lokasi di mana para saksi mata sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa perintah evakuasi telah dikeluarkan.

Akibat serangan ini, operasional Bandara Riyadh dihentikan sementara.

Lihat juga Video Houthi Serang Bandara Riyadh: 12 Orang Tewas-309 Luka

Halaman 2 dari 2
(isa/isa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini