Putin Bertemu Presiden Iran, Siap Bantu Segala Daya untuk Akhiri Perang

Putin Bertemu Presiden Iran, Siap Bantu Segala Daya untuk Akhiri Perang

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 09 Okt 2026 03:59 WIB
In this pool photograph distributed by the Russian state agency Sputnik, Russias President Vladimir Putin and Iranian President Masoud Pezeshkian shake hands during a meeting in Turkmenbashi on October 8, 2026. (Photo by Sergei BOBYLYOV / POOL / AFP
Presiden Rusia Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: AFP/SERGEI BOBYLYOV)
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Putin berjanji akan melakukan segalanya untuk membantu mengakhiri parang di Timur Tengah.

"Kami siap melakukan segala daya kami untuk berkontribusi dalam penyelesaian situasi ini," kata Putin menjelang pertemuan puncak regional di Turkmenistan, negara Asia Tengah, seperti dilansir AFP, Jumat (9/10/2026).

Putin menambahkan bahwa Iran telah melakukan "upaya nyata untuk mengakhiri perang" sejak serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putin mencatat adanya "evolusi positif" dalam hubungan antara Iran dan Rusia.

ADVERTISEMENT

Kedua negara telah memperkuat hubungan diplomatik dan militer sejak Rusia melancarkan serangannya di Ukraina pada Februari 2022, dan menjadi semakin bergantung satu sama lain.

Kedua pemimpin tiba pada Kamis malam menjelang pertemuan puncak Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) - sekelompok negara bekas Soviet - di resor Avaza di Laut Kaspia.

Kedua presiden terakhir kali bertemu di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Kyrgyzstan pada bulan September.

Ukraina dan negara-negara Barat menuduh Iran memasok Rusia dengan drone Shahed dan rudal jarak pendek untuk digunakan dalam kampanye militer.

Rusia dituduh memasok data yang menargetkan Iran untuk serangannya terhadap kepentingan AS di Timur Tengah.

Pertemuan itu terjadi ketika pembicaraan antara Teheran dan Washington tampaknya menemui jalan buntu. Pezeshkian mengatakan pekan ini bahwa negosiasi dengan Washington "tidak ada artinya".

(lir/lir)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini