×
Ad

Marinir AS Diduga Bunuh Wanita di Okinawa, PM Jepang Marah!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Okt 2026 15:56 WIB
PM Jepang Sanae Takaichi (AFP/YUICHI YAMAZAKI)
Tokyo -

Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, marah atas dugaan pembunuhan seorang wanita yang dilakukan seorang personel Marinir Amerika Serikat (AS) di Okinawa. Takaichi mengecamnya sebagai "kejahatan keji", dan telah melayangkan protes kepada otoritas Washington.

Berbagai tindak kejahatan yang dilakukan personel militer AS yang ditugaskan di Jepang telah sejak lama memicu protes, terutama di area Okinawa, yang menanggung beban berat karena menampung sekitar 70 persen fasilitas militer Amerika.

Rentetan tindak kejahatan oleh tentara AS itu tergolong beragam, mulai dari pemerkosaan, penganiayaan, tabrak lari, hingga mengemudi dalam keadaan mabuk.

Kasus terbaru ini melibatkan seorang personel Marinir AS yang ditugaskan di Okinawa, yang telah ditangkap oleh kepolisian setempat atas dugaan membunuh seorang wanita berusia 39 tahun di sebuah hotel di Naha dan mencuri dompet korban.

Takaichi, seperti dilansir AFP, Senin (5/10/2026), mengatakan bahwa pemerintah telah melayangkan protes keras kepada AS. Dia mendesak adanya "kerja sama penuh dalam penyelidikan" dan "penegakan disiplin yang ketat di kalangan personel militer AS".

"Terjadinya kejahatan keji semacam ini sangatlah disesalkan," ujar Takaichi saat berbicara di hadapan anggota parlemen Jepang pada Senin (5/10).




(nvc/dhn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork