Polisi telah menetapkan sopir mobil listrik BYD berinisial S (46) sebagai tersangka setelah menabrak empat mobil secara beruntun hingga melindas pengemudi ojek online (ojol) Hasan Syukur (56) di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam keterangan kepada polisi, sopir BYD mengaku melamun dan mengantuk saat berkendara.
"Jadi hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan melamun, ngantuk," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo saat dihubungi, Senin (26/10/2026).
Pelaku mengaku menginjak gas mobil hingga hilang kendali. Pelaku kemudian panik hingga berujung menabrak mobil dan melindas ojol di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terinjak gas, kemudian panik kaget, hilang kontrol, gasnya semakin terinjak. Kita juga masih mau mendalami terkait dengan fungsi gas dan rem dari kendaraan. Apakah ada permasalahan pada kendaraan tersebut," ujar Adiel.
Pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi sudah melakukan tes urine terhadap pelaku, hasilnya negatif mengonsumsi alkohol dan narkotika.
Lantas bagaimana kondisi terkini sopir ojol yang dilindas oleh pengemudi BYD?
Sopir Ojol Jalani Operasi
Sopir ojol yang dilindas mobil BYD di Blok M menjalani operasi pada Sabtu (24/10). Disebutkan korban, Hasan Syukur (56), masih dalam pemantauan pihak Rumah Sakit Fatmawati.
"Korban baru selesai pengambilan tindakan operasi, masih dalam observasi di Rumah Sakit Fatmawati," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo saat dihubungi wartawan.
Alami Patah Kaki hingga Paru-paru Bocor
Menantu pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas BYD, Eko Priyono (34), mengungkap kondisi ayah mertuanya setelah kecelakaan. Eko menyebutkan Hasan mengalami patah kaki hingga paru-paru bocor.
"Patah yang kaki. Kalau yang bagian badan pada retak sama itu, paru-parunya ada yang kena bocorlah sedikit gitu," kata Eko ditemui di tempat Hasan dirawat, RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
Mobil listrik BYD menabrak 4 mobil lain dan melindas pengemudi ojol di Blok M Jaksel. Driver ojol itu patah kaki dan luka lecet akibat ditabrak mobil BYD. (dok Ist) |
Eko mengungkap operasi pada penyakit tersebut sudah dilakukan. Operasi tersebut, menurut dia, dilakukan pada Sabtu.
"Kalau operasi hari Sabtu pukul 15.00-lah, 3 sore. Dioperasinya bagian dari pundak sampai pinggang sama kaki," katanya.
Napas Masih Dibantu Selang
Eko mengungkap Hasan kini dalam keadaan stabil. Meski begitu, Eko menyebutkan mertuanya masih belum bisa bicara.
"Kalau keadaan sih stabil, cuman Bapak sekarang belum bisa bicara. Dikarenakan masih dalam obat penenang, soalnya habis dioperasi. Dan sekarang saat ini juga Bapak lagi demam. Harus apa, obat antibiotiknya harus dikasih lebih tinggi lagi. Jadinya Bapak belum bisa bicara sama sekali. Kalau keadaan mah stabil katanya," ujarnya.
Eko menyebutkan Hasan juga masih belum bisa bernapas dengan normal. Saat ini, Hasan masih bernapas dibantu dengan selang.
"Sekarang napasnya masih dibantu pakai selang. Belum bisa napas sendiri," katanya.
Sosok Sopir Ojol Dikenal Pekerja Keras
Keluarga mengungkapkan sosok Hasan Syukur pengemudi ojol yang dilindas mobil BYD dalam peristiwa kecelakaan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel). Menantu Hasan, Eko, menyebut ayah mertuanya merupakan sosok pekerja keras bagi keluarga.
"Bapak sih pekerja keras ya. Ya tiap hari kerja, udah tua juga disuruh di rumah aja nggak mau," kata Eko saat ditemui RS Fatmawati Jakarta Selatan.
Eko Priyono (34), menantu Hasan Syukur, pengemudi ojol dilindas mobil BYD. (Adhfar Aulia Syuhada/detikcom) |
Eko mengungkapkan keluarga sudah meminta Hasan untuk tinggal di rumahnya di Serang, Banten. Namun, kata dia, Hasan ingin tetap merantau ke Jakarta
"Kalau disuruh di rumah sama, sama istri aja nggak mau. Penginnya masih merantau aja," katanya.
Eko menyebut Hasan selalu memberikan penghasilan sebagai ojol kepada sang istri. Selain itu, Hasan sering mengajak cucu-cucunya berlibur dengan penghasilan yang didapat dari pekerjaannya sebagai ojol.
"Paling (penghasilannya) buat istri, kadang buat balik juga, buat main sama anak cucu gitu. Iya, liburan gitu," katanya.
Hasan meninggalkan istri, anak, serta 2 cucunya di Serang untuk bekerja di Ibu Kota. Selama bekerja di Jakarta, Eko mengungkap Hasan tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat.
"(Tinggalnya) di Cengkareng, Jembatan Baru," ungkapnya.
Lihat juga Video Sopir BYD Pelindas Ojol Jadi Tersangka


