AS Tarik Semua Pesawat Pengebom B-1 dari Pangkalan Inggris, Ada Apa?

AS Tarik Semua Pesawat Pengebom B-1 dari Pangkalan Inggris, Ada Apa?

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Okt 2026 11:33 WIB
Pesawat pengebom B-1B milik AS (dok. REUTERS/Kim Hong-Ji)
Pesawat pengebom B-1B milik AS (dok. REUTERS/Kim Hong-Ji)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) menarik semua pesawat pengebom B-1 miliknya dari Pangkalan Udara (RAF) Fairford di Inggris. Langkah ini dilakukan menyusul insiden mencurigakan pekan lalu, yang melibatkan ancaman bom dan memicu evakuasi di area sekitar pangkalan udara tersebut.

Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, seperti dilansir AFP, Senin (5/10/2026), telah mengonfirmasi penarikan pesawat-pesawat pengebom B-1 dari pangkalan Inggris tersebut.

"Kami dapat mengonfirmasi saat ini bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya dikerahkan ke RAF Fairford, telah kembali ke pangkalan induknya di Amerika Serikat," demikian pernyataan Pentagon yang dirilis pada Minggu (4/10) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pentagon, dalam pernyataannya, juga menekankan bahwa "aspek keamanan operasional menghalangi kami untuk mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan kami secara real-time".

ADVERTISEMENT

Tidak disebutkan secara jelas jumlah pesawat pengebom B-1 AS yang ditarik dari pangkalan Inggris. Namun laporan media menyebutkan ada "belasan" pesawat pengebom strategis B-1 AS yang mengalami pengerahan kembali.

Langkah ini menyusul insiden di dekat RAF Fairford, yang ada di Inggris bagian barat daya, pada Minggu (27/9) pekan lalu. Kepolisian antiterorisme Inggris menangkap sedikitnya lima pria, yang semuanya berstatus warga negara Inggris, setelah aduan warga lokal soal sekelompok pria dengan beberapa mobil van yang melakukan aktivitas "mencurigakan".

Situasi itu yang memicu kekhawatiran itu sempat mengharuskan evakuasi para penghuni 85 rumah di dekat pangkalan udara tersebut. RAF Fairford yang menampung pasukan dan pesawat pengebom Amerika, diketahui sebelumnya pernah digunakan oleh AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Spekulasi soal motif di balik insiden itu berkisar dari ancaman teror hingga pencurian bahan bakar, saat harga energi di Inggris melonjak ke rekor tertinggi pekan ini.

Namun penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian tidak menemukan keberadaan bahan peledak di dalam mobil-mobil van mencurigakan tersebut, melainkan mendapati "sejumlah bensin".

Lima tersangka yang ditangkap itu, akhirnya dibebaskan dengan jaminan oleh otoritas Inggris, meskipun penyelidikan tetap berlanjut. Langkah London ini menuai kecaman dari Presiden AS Donald Trump, yang menegaskan dirinya tidak akan membebaskan para tersangka.

Baik Trump maupun Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio sama-sama mengindikasikan keterlibatan Iran dalam insiden tersebut. Indikasi serupa juga dilontarkan Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham dalam salah satu pernyataannya.

Namun Teheran membantah keras tuduhan-tuduhan itu, dengan Kedutaan Besar Iran di London "menolak secara tegas dan mengecam keras" spekulasi mengenai keterlibatan Iran dalam insiden di dekat pangkalan Inggris tersebut.

Lihat juga Video: Pentagon Pamer Pesawat B-1 Bombers saat Gelar Operasi Lawan Iran

Halaman 3 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini