×
Ad

Pakar Internasional Kembali Teliti Formasi 'Bahtera Nuh' di Turki

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2026 16:32 WIB
Formasi Durupinar di Turki (Instagram/@noaharkscans)
Ankara -

Kelompok pakar internasional mengumumkan bahwa mereka mulai mengambil sampel inti dari Formasi Durupinar, sebuah formasi berbentuk kapal sepanjang 157 meter di wilayah Turki, yang diyakini memuat sisa-sisa bahtera Nabi Nuh. Sampel yang diambil dari kedalaman 18 meter pada formasi itu akan diteliti.

Penelitian ini, seperti dilansir Newsweek, Sabtu (26/9/2026), dilakukan oleh sejumlah arkeolog, pakar geologi, dan pakar ilmu tanah, yang tergabung dalam Noah's Ark Scans -- organisasi penelitian dan eksplorasi yang berbasis di California dan didirikan oleh peneliti asal Amerika, Andrew Jones.

Formasi Durupinar, yang menjadi fokus penelitian tersebut, terletak di sebelah selatan Gunung Arafat di wilayah Turki bagian timur. Formasi itu telah menarik minat banyak orang sejak bentuk dasarnya teridentifikasi pada tahun 1959 silam.

Gagasan soal Formasi Durupinar merupakan sisa-sisa bahtera Nabi Nuh telah menjadi perdebatan sejak lama. Sebuah studi tahun 1996, pakar geologi Lorence Collins dan penjelajah David Fasold menyimpulkan bahwa Durupinar hanyalah "formasi batuan alami sepenuhnya".

Mereka juga menyebut teori yang menyatakan lokasi itu menyimpan sisa-sisa bahtera sebagai hal yang "tidak benar".

Penelitian baru ini bertujuan menguji pandangan-pandangan yang saling bertentangan tersebut.

"Selama beberapa dekade, kaum skeptis memiliki satu jawaban sederhana untuk Formasi Durupinar yang berbentuk seperti kapal itu: formasi tersebut hanyalah bongkahan padat batuan alami," demikian pernyataan Noah's Ark Scans pada Rabu (23/9).

"Misinya jelas: menguji kebenaran penjelasan mengenai 'batuan padat' tersebut. Apakah formasi itu merupakan satu massa batu alam yang homogen? Apakah terdapat struktur internal di dalamnya? Di manakah letak batuan dasar yang sebenarnya di bawah formasi tersebut -- dan bagaimana kelanjutan batuan dasar itu di lembah sekitarnya," imbuh pernyataan tersebut.

Jones, sebagai pendiri Noah's Ark Scans, mengatakan bahwa data radar awal tidak menunjukkan adanya "tanda-tanda batuan padat yang homogen dan sederhana" di lokasi tersebut.

Dalam penelitiannya, Noah's Ark Scans bekerja sama dengan Bakhtar Research and Engineering LLC, yang ilmuwannya, Dr Khosrow Bakhtar, memimpin surveri radar tersebut. Penyelidikan lebih luas dipimpin oleh arkeologi Cenker Atila dari Universitas Sivas Cumhuriyet.




(nvc/idh)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork