Turki - Penembakan di sekolah menengah di Turki menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya, memicu penyelidikan besar serta duka keluarga korban.
Foto
Penembakan di Sekolah Tewaskan Sembilan Orang
Aksi penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah yang menewaskan sejumlah orang dan melukai lainnya. Peristiwa ini berlangsung di Kahramanmaras, Turki, Kamis (16/4/2026). REUTERS/Ensar Ozdemir
Sejumlah mobil jenazah terlihat terparkir di depan rumah sakit jenazah pascakejadian tersebut. Kendaraan tersebut disiapkan untuk mengangkut korban tewas akibat penembakan di sekolah tersebut. REUTERS/Ensar Ozdemir
Kementerian Dalam Negeri Turki menyatakan sebanyak sembilan orang tewas dan 13 lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini menjadi penembakan sekolah kedua yang terjadi dalam dua hari terakhir di negara tersebut. REUTERS/Ensar Ozdemir
Gubernur Kahramanmaras, Mukerrem Unluer, menyebut empat korban luka masih menjalani operasi. Ia juga mengonfirmasi bahwa salah satu korban tewas merupakan seorang guru di sekolah tersebut. REUTERS/Ensar Ozdemir
Pelaku penembakan diketahui mengakhiri hidupnya setelah melakukan aksinya. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Unluer kepada wartawan di lokasi kejadian. REUTERS/Ensar Ozdemir
Di rumah sakit, keluarga korban terlihat menunggu di depan kamar jenazah untuk mendapatkan kabar. Suasana duka menyelimuti area tersebut saat jenazah korban dipindahkan ke mobil jenazah. REUTERS/Ensar Ozdemir
Kerabat salah satu korban, termasuk guru bernama Ayla Kara, tampak mengantar peti jenazah menuju kendaraan pemulasaraan. Mobil jenazah berjajar di depan rumah sakit usai peristiwa tersebut. REUTERS/Ensar Ozdemir
Aparat kepolisian berjaga di pintu masuk sekolah yang menjadi lokasi kejadian. Sejumlah warga juga terlihat berkumpul di sekitar area sekolah setelah insiden berlangsung. REUTERS/Ensar Ozdemir
Kementerian Kehakiman Turki memberlakukan larangan pemberitaan terkait kasus ini untuk menjaga proses penyelidikan. Sebanyak tujuh jaksa telah ditugaskan guna menangani penyelidikan lebih lanjut. REUTERS/Ensar Ozdemir










































