Seorang jenderal militer senior Iran memperingatkan bahwa perang bisa meluas hingga ke Samudra Hindia, jika Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan. Disebutkan bahwa pasukan Teheran telah bersiap untuk berbagai skenario, termasuk skenario terburuk, jika kembali diserang oleh Washington.
Peringatan itu, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Jumat (25/9/2026), disampaikan oleh Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, yang merupakan penasihat senior urusan militer bagi pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan video yang dirilis melalui kantor berita Fars pada Kamis (24/9).
"Kami tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran (Presiden AS Donald) Trump dan (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu," kata Safavi dalam pernyataannya.
Dia mengatakan bahwa pasukan Iran telah bersiap menghadapi skenario terburuk, jika terjadi serangan lanjutan dari militer AS atau Israel terhadap fasilitas atau kepentingan nasional Teheran.
Jika hal itu terjadi, Safavi memperingatkan bahwa cakupan konflik akan semakin meluas.
"Mengingat konflik yang telah meluas dari kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz hingga ke Laut Merah, ada kemungkinan bahwa, untuk merespons eskalasi perang, medan pertempuran akan meluas lebih jauh lagi, hingga mencapai Samudra Hindia atau mungkin wilayah lainnya," ucap Safavi memperingatkan AS.
Kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran, kembali bertempur sengit melawan pasukan pemerintah Yaman, yang didukung Arab Saudi. Beberapa waktu terakhir, pasukan Houthi berhasil menguasai seluruh wilayah pesisir Yaman di tepi Laut Merah, yang memperkuat cengkeraman mereka atas Selat Bab al-Mandeb yang strategis -- jalur penghubung antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.
Iran telah sejak lama memberikan dukungan militer kepada Houthi, namun membantah terlibat dalam konflik Yaman.
(nvc/dhn)