Presiden Prancis Emmanuel Macron sempat menggebrak podium ketika berpidato di Sidang Umum PBB. Macron menyindir Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengklaim dirinya telah mewujudkan perdamaian di Gaza.
Dilansir Reuters, Kamis (24/9/2026), ia menyebutkan tidak ada satu pun koridor kemanusiaan yang dibuka kembali di wilayah Gaza, terlepas dari klaim perdamaian yang digembar-gemborkan itu. Macron juga menyatakan dunia sedang menyaksikan sebuah tontonan yang seharusnya membuat semua pihak merasa malu.
Ia lalu mengkritik keras penggambaran Trump mengenai rencana perdamaian Gaza sebagai sebuah kemenangan diplomatik. Ia berbicara di hadapan Majelis Umum PBB hanya beberapa jam setelah Trump, dari podium yang sama, membanggakan rencana perdamaian Gaza sebagai sebuah kemenangan diplomatik.
"Setahun yang lalu, di ruangan ini, sekitar belasan negara telah mengakui Palestina. Saya mendengar sinisme sebagian orang 'pengakuan hanyalah selembar kertas, lihatlah kenyataannya,'" ujar Macron sembari memukul podium dengan kepalan tangannya dalam pidato terakhirnya di PBB.
"Namun, kredibilitas apa yang kita miliki jika kita terus berdiam diri menghadapi situasi di Gaza? Ada pihak yang membanggakan perdamaian semu. Padahal, perdamaian itu tidak membuka kembali akses kemanusiaan barang sedetik pun. Apakah kita hanya akan berdiam diri menyaksikan tontonan yang seharusnya membuat kita semua merasa malu?" lanjut dia.
(isa/azh)