Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan dua pernyataan berbeda soal konflik dengan Iran. Di panggung PBB ia sesumbar ingin memusnahkan Iran, beberapa jam kemudian Trump bicara soal peluang negosiasi yang kembali terbuka.
Trump berulang kali melontarkan ancaman terhadap Iran. Pernyataan ancamannya tersebut juga beriringan dengan seringnya ia mengatakan kesepakatan damai AS dan Iran melalui meja perundingan semakin dekat.
Ancam Musnahkan Iran
Di podium Sidang Majelis Umum PBB pada Selasa (22/9), Trump mengatakan harus mengambil keputusan besar terkait Iran. Ia menggambarkannya sebagai pilihan antara mencapai kesepakatan atau menghancurkan Iran.
"Akankah kesepakatan dicapai dengan Iran yang memungkinkan mereka bangkit kembali dan membangun negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya-mungkin salah satu yang terhebat di Timur Tengah atau bahkan di dunia?" tanya Trump, dilansir CNN, Rabu (23/9).
"Atau haruskah saya menghancurkan Republik Islam itu dengan cepat, tanpa pernah memberi mereka kesempatan untuk membunuh serta menghancurkan orang dan negara lagi?" tanya Trump lagi.
Trump juga mengancam akan mencampakkan Iran ke neraka tanpa peluang untuk selamat.
"Haruskah saya mencampakkan mereka ke neraka tanpa peluang untuk bertahan hidup dan tanpa harapan akan kejayaan atau kelangsungan generasi di masa depan?" tanya Trump lagi.
Isu perang Iran menjadi salah satu topik panas jelang pemilu sela di AS pada November mendatang. Trump mengaku tidak ingin mengaitkan masalah Iran ke dalam pemilu tersebut.
Baca juga: Mamdani dan Netanyahu Memanas di New York |
"Partai Republiklah yang bertarung dalam pemilihan, dan saya akan membantu mereka. Namun, saya sendiri tidak mencalonkan diri. Saya sama sekali tidak mengaitkan dan tidak akan mengaitkan pemilihan umum tersebut dengan masalah Iran. Hal itu bahkan tidak terlintas di benak saya. Satu-satunya hal yang menjadi perhatian saya adalah bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," tambahnya.
(ygs/rfs)