Iran Tepis AS: Semua Maskapai Kami Tetap Beroperasi!

Iran Tepis AS: Semua Maskapai Kami Tetap Beroperasi!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 23 Sep 2026 15:48 WIB
Pesawat maskapai Iran, Taban Airlines, dalam foto pada 20 Juni 2026 (dok. AFP/ATTA KENARE)
Pesawat maskapai Iran, Taban Airlines, dalam foto pada 20 Juni 2026 (dok. AFP/ATTA KENARE)
Teheran -

Iran membantah adanya pembatalan penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai-maskapainya. Ditegaskan otoritas Teheran bahwa maskapai-maskapai penerbangannya tetap melayani rute internasional, meskipun terdapat pembatasan yang semakin bertambah akibat sanksi baru Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, seperti dilansir Press TV, Rabu (23/9/2026), mengatakan bahwa maskapai-maskapai Iran tidak membatalkan penerbangan internasional mereka dan tetap beroperasi sesuai jadwal.

"Sejauh ini, tidak ada penerbangan internasional dari maskapai Iran yang dibatalkan, dan semuanya beroperasi sesuai jadwal," tegas Akhvan dalam pernyataannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap perubahan jadwal penerbangan akan diinformasikan kepada para penumpang sebelumnya," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Akhavan menambahkan bahwa otoritas Iran sedang melakukan konsultasi dan membuat pengaturan untuk memastikan layanan penerbangan internasional tetap berjalan.

Sebelumnya media pemerintah Iran, seperti dilansir AFP, melaporkan pada Selasa (22/9) malam bahwa penerbangan menuju Baghdad, ibu kota Irak, dan Muscat, ibu kota Oman, dibatalkan, sedangkan rute-rute lainnya tidak terdampak.

Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa "penerbangan-penerbangan internasional lainnya, termasuk tujuan Istanbul, akan beroperasi sesuai jadwal dan seperti biasa".

"Saat ini tidak ada masalah dengan penerbangan-penerbangan tersebut," demikian dilaporkan Tasnim News Agency.

Menurut Tasnim, otoritas penerbangan sipil Iran sedang melakukan pembicaraan untuk mengalihkan rute penerbangan tujuan Baghdad ke Najaf, destinasi utama bagi para peziarah Iran. Kantor berita Iran lainnya, ISNA, melaporkan bahwa negosiasi dengan Oman juga sedang berlangsung.

Sementara maskapai penerbangan nasional Iran Air mengatakan pihaknya "belum menerima pemberitahuan atau instruksi resmi apa pun dari otoritas penerbangan Turki, Republik Azerbaijan, atau Irak". Dinyatakan Iran Air bahwa layanan di rute-rute itu akan tetap berlanjut kecuali ada instruksi baru.

Perkembangan situasi ini terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan, pada Senin (21/9), bahwa "seluruh maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasionalnya di seluruh dunia" mulai 23 September. Setidaknya ada 27 maskapai Iran yang dilarang beroperasi.

Dia memperingatkan bahwa pusat-pusat penerbangan internasional yang melayani pesawat maskapai Iran akan menghadapi pengucilan total dari sistem perbankan Amerika.

Press TV, dalam laporannya, menyebutkan bahwa langkah AS itu berdampak pada sejumlah rute penerbangan internasional, dengan maskapai-maskapai Iran menghadapi pembatasan untuk sejumlah rute.

Maskapai asing seperti Turkish Airlines, AJet, dan Pegasus, sebut Press TV, telah menangguhkan penerbangan ke Iran. Bahkan Turkish Airlines dan AJet tidak lagi menampilkan layanan penerbangan tujuan Iran dalam sistem booking mereka untuk periode hingga Maret 2027.

Tonton juga video "Trump Bertemu Mediator, Sebut Ada Momentum Kesepakatan dengan Iran"

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini