×
Ad

AS Resmi Larang Seluruh Maskapai Iran Beroperasi, Ini Daftarnya

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 23 Sep 2026 10:36 WIB
Pesawat maskapai Iran, Taban Airlines, dalam foto pada 20 Juni 2026 (dok. AFP/ATTA KENARE)
Washington DC -

Larangan operasional yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap seluruh maskapai penerbangan Iran berlaku mulai Rabu (23/9) waktu setempat. Selain Mahan Air yang sudah dikenai sanksi AS sejak lama, setidaknya ada 27 maskapai Iran lainnya yang masuk daftar sanksi Washington.

Departemen Keuangan AS, seperti dikutip dari situs resmi departemen tersebut, treasury.gov dan dilansir platform intelijen penerbangan, CH Aviation, Selasa (23/9/2026), mengumumkan penjatuhan sanksi terhadap setidaknya 27 maskapai penerbangan Iran berdasarkan Perintah Eksekutif 13902.

Ini merupakan penetapan sanksi pertama terhadap maskapai penerbangan asing sejak AS memutuskan pada 24 Agustus lalu bahwa sektor penerbangan Iran turut dikenai sanksi.

Penetapan sanksi ini, menurut Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dilakukan atas arahan Presiden Donald Trump, dan merupakan bagian dari "Operation Economic Outcast" terhadap Iran dan para fasilitatornya.

"Tujuan kami adalah memutus setiap jalur kehidupan ekonomi yang menopang rezim tirani ini hingga Teheran berdiri sendirian," kata Bessent dalam pengumumannya pada 24 Agustus lalu.

"Presiden Trump telah mengambil tindakan yang selama ini ditunda-tunda oleh para pendahulunya. Di bawah kepemimpinannya, Amerika tidak lagi sekadar mengelola ancaman Iran. Kami sedang mengakhirinya," tegasnya.

"Mereka yang berpihak pada Amerika Serikat akan menuai manfaat dari kemitraan kami. Mereka yang mengikatkan diri dengan Teheran harus bersiap menanggung isolasi yang sama dengan rezim yang kian melemah itu," ucap Bessent.

Menkeu AS Umumkan Seluruh Maskapai Iran Berhenti Operasi di Seluruh Dunia

Bessent, dalam pernyataan kepada CNBC pada Senin (21/9), menyatakan bahwa "seluruh maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasionalnya di seluruh dunia" mulai 23 September.

Dia memperingatkan bahwa pusat-pusat penerbangan internasional yang melayani pesawat maskapai Iran akan menghadapi pengucilan total dari sistem perbankan Amerika.

Dia juga memperingatkan bahwa operator asing tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat Iran atau menyediakan fasilitas pendaratan, tanpa mempertaruhkan akses mereka terhadap layanan kliring dolar Amerika.

"Jika mereka (maskapai Iran-red) mendarat, Anda tidak boleh menyediakan bahan bakar, tidak boleh memberikan layanan pendaratan, ataupun menjual tiket kepada mereka, atau Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," ucap Menkeu AS itu memperingatkan negara-negara lainnya.




(nvc/dhn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork