Inggris dan Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya melakukan uji tembak melibatkan torpedo buatan AS dari kendaraan bawah air tak berawak, atau drone laut, bukan dari kapal selam berawak seperti biasanya.
Uji tembak itu, seperti dilansir AFP, Selasa (22/9/2026), diumumkan oleh pemerintah Inggris dalam pernyataan pada Senin (21/9) waktu setempat.
Disebutkan pemerintah Inggris dalam pernyataannya bahwa uji tembak itu telah dilaksanakan di perairan Inggris pekan lalu, sebagai bagian dari kerja sama aliansi AUKUS -- aliansi tiga negara antara AS, Inggris, dan Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Inggris menyebut uji tembak itu "menandai kemajuan besar dalam teknologi kapal selam masa depan" bagi ketiga negara dalam aliansi tersebut.
"Ini menghasilkan terobosan signifikan bagi keamanan kawasan Euro-Atlantik dan keunggulan bawah air NATO," sebut pemerintah Inggris dalam pernyataannya.
Negara-negara Barat sedang berupaya keras memodernisasi kemampuan tempur mereka dengan sistem otonom, guna menghadapi ancaman dari Rusia dan Iran.
Otoritas London menyatakan bahwa torpedo kelas berat yang diuji tembak itu -- yang dikembangkan bersama oleh AS dan Australia -- diluncurkan dari drone bawah laut sepanjang 12 meter buatan Inggris yang diberi nama Excalibur.
Peneliti senior pada lembaga kajian RUSI, Sidharth Kaushal, menyebut perkembangan tersebut "patut dicatat".
"Penggunaan muatan mematikan menunjukkan bahwa sistem nirawak dapat memainkan peran yang melampaui sekadar pengintaian," ucapnya kepada AFP.
Simak juga Video 'Iran Klaim Hancurkan Drone MQ-1 AS Pakai Senjata Baru-Canggih':










































