Janji Rusia Bakal Balas Usai Moskow Disasar Seribu Lebih Drone Ukraina

Janji Rusia Bakal Balas Usai Moskow Disasar Seribu Lebih Drone Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Sep 2026 20:19 WIB
Kilang minyak terbakar setelah apa yang dikatakan pihak berwenang Rusia sebagai serangan pesawat tak berawak Ukraina di Moskow, 20 September 2026
Foto: Ilustrasi Ukraina serang Rusia (Reuters)
Jakarta -

Serangan ratusan drone Ukraina menargetkan Moskow dan wilayah sekitarnya hingga menewaskan sedikitnya dua orang. Rusia pun berjanji bakal membalas serangan tersebut.

Dilansir AFP, Minggu (20/9/2026), Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan bahwa lebih dari 1.600 drone telah dicegat dan ditembak jatuh. Sebanyak 450 drone di antaranya ditujukan ke Moskow.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuduh Ukraina berupaya mengganggu pemilu parlemen yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Pemilu yang diperkirakan akan semakin memperkuat cengkeraman kekuasaan Presiden Vladimir Putin yang telah berlangsung selama 26 tahun.

ADVERTISEMENT

"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu. Musuh gagal melakukannya," ujar Sobyanin, melalui Telegram.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji serangan tersebut. Ia mengatakan, "Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam."

"Salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia dan fasilitas logistik pihak agresor terkena serangan. Ini melibatkan miliaran dolar yang menopang mesin perang mereka," kata Zelensky.

2 Orang Tewas

Sementara itu, Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, mengatakan sedikitnya dua orang tewas, yaitu seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia. Keduanya tewas di dua lokasi berbeda.

Peristiwa itu juga memicu kebakaran akibat jatuhnya drone ke sebuah gedung berlantai 21. Sebanyak 400 orang dievakuasi. Namun Vorobyov tidak merinci asal-usul drone tersebut.

Serangan drone Ukraina juga menghantam sebuah bus di wilayah Kherson, Ukraina selatan yang diduduki oleh Moskow, dan menewaskan dua orang, termasuk seorang anggota komisi pemilihan umum, menurut keterangan pihak berwenang.

Pemilu Sedang Berlangsung

Serangan drone tersebut terjadi di saat Kyiv meningkatkan kampanye serangan drone jarak jauh terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir, khususnya yang menyasar infrastruktur energi untuk menargetkan sumber pendapatan vital Kremlin guna mendanai upaya perang mereka, yang kini telah memasuki tahun kelima. Serangan drone tersebut juga menyasar area kilang minyak di Moskow.

"Sebuah fasilitas di area Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan," tambah Sobyanin.

Ia menyebut bahwa sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dan layanan darurat telah berada di lokasi kejadian. Kilang minyak utama ini sebelumnya telah menjadi sasaran serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menyatakan bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak menargetkan fasilitas energi satu sama lain.

Peristiwa ini juga terjadi setelah warga Rusia mulai memberikan suara pada hari Jumat dalam pemilihan parlemen pertama di negara itu sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022-langkah yang memicu konflik yang telah menelan ratusan ribu korban jiwa.

Hanya partai-partai yang mendukung Putin dan kampanye militer Kremlin yang terdaftar untuk mengikuti pemilihan. Moskow juga menyelenggarakan pemungutan suara di wilayah Ukraina yang diduduki.

Meskipun hanya sedikit warga Rusia yang meragukan bahwa partai Rusia Bersatu (United Russia) pimpinan Putin akan kembali meraih kemenangan mudah, pemungutan suara ini menjadi tolok ukur dukungan publik terhadap perang tersebut.


Rusia Siap Membalas

Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina berupaya "mengganggu kehendak demokratis warga Rusia" melalui serangan tersebut. Moskow kemudian menjanjikan respons militer.

"Sebagai respons terhadap serangan rezim Kyiv terhadap target sipil di wilayah Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan mengintensifkan serangan berpresisi tinggi terhadap target militer di Kyiv," kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan serangan tersebut melibatkan sekitar 1.600 drone. Sebanyak 450 drone disebut diarahkan langsung ke ibu kota Rusia.

Serangan itu disebut sebagai salah satu serangan drone terbesar terhadap Moskow sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022.

Sejumlah gambar yang beredar menunjukkan lubang besar pada sebuah gedung apartemen bertingkat di pinggiran Moskow. Gambar lainnya memperlihatkan asap hitam membubung dari lokasi yang diduga merupakan fasilitas pengolahan minyak.

Lihat juga Video Drone Ukraina Serang Kilang Minyak di Moskow, Asap Tebal Membubung

Halaman 2 dari 3
(rdp/rdp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini