Pertempuran Pasukan Yaman dan Houthi Masih Panas, 63 Orang Tewas

Pertempuran Pasukan Yaman dan Houthi Masih Panas, 63 Orang Tewas

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 18 Sep 2026 01:34 WIB
Situasi di Yaman kembali memanas setelah terjadinya serangan yang menyasar pasukan pro-pemerintah. Serangan tersebut dilaporkan oleh jaringan televisi milik Houthi dan terjadi di lokasi yang tidak diketahui. REUTERS
Foto: Situasi di Yaman kembali memanas setelah terjadinya serangan yang menyasar pasukan pro-pemerintah. Serangan tersebut dilaporkan oleh jaringan televisi milik Houthi dan terjadi di lokasi yang tidak diketahui. (REUTERS)
Jakarta -

Pertempuran antara kelompok Houthi dengan pasukan pemerintah Yaman beserta pendukung mereka dari pihak Saudi masih terjadi. Terkini, bentrokan itu tercatat menewaskan 63 orang.

Dilansir AFP, Jumat (18/9/2026), sumber militer dari kedua belah pihak menyatakan sebanyak 63 orang tewas dalam 24 jam terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut seorang pejabat pemerintah, setidaknya 23 tentara pemerintah tewas akibat serangan rudal dan pesawat nirawak atau drone yang dilancarkan kelompok yang didukung Iran tersebut di dua provinsi di wilayah barat daya.

Sementara itu, sumber militer Houthi melaporkan bahwa 40 petempur mereka tewas akibat serangan udara Saudi dan pertempuran di darat.

ADVERTISEMENT

Pertempuran Antara Houthi dan Pemerintah Yaman

Dalam beberapa bulan terakhir, pertempuran antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional makin intensif. Situasi ini terjadi setelah sekitar empat tahun relatif tenang, sementara Houthi meningkatkan upaya memperkuat kendali mereka atas wilayah pesisir negara tersebut.

Perebutan Mokha menjadi keberhasilan terbesar Houthi sejak gencatan senjata yang dimediasi PBB berlaku pada 2022. Saat ini kelompok Houthi yang didukung Iran menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, serta sebagian besar wilayah padat penduduk di bagian utara dan barat negara tersebut.

Sementara itu, pemerintah Yaman berkedudukan di Kota Aden dan mendapat dukungan kuat dari Arab Saudi. Perang saudara di Yaman telah menewaskan lebih dari 150 ribu orang serta menyebabkan jutaan warga menghadapi risiko kelaparan.

(fca/fca)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini