Kejaksaan Libya menyatakan telah memerintahkan penangkapan dua pilot karena diduga menerbangkan jet pribadi dalam keadaan mabuk. Pesawat tersebut mengalami kecelakaan di Bandara Misrata tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dilansir AFP, Rabu (16/9/2025), Kejaksaan Libya tidak mengungkapkan identitas mereka. Namun saluran televisi swasta Al-Ahrar melaporkan bahwa kapten pesawat adalah warga negara Jerman dan kopilotnya berkebangsaan Turki.
Jet pribadi yang dilaporkan dioperasikan oleh perusahaan yang berbasis di Turki itu keluar dari jalur landasan pacu Bandara Misrata saat mendarat pada hari Senin, sebelum akhirnya terbakar.
Seorang pramugari-yang menurut Al-Ahrar TV juga merupakan warga negara Turki-menjadi satu-satunya orang lain yang berada di dalam pesawat.
Pihak kejaksaan menyatakan bahwa penyelidik menemukan "bukti bahwa (para pilot) telah menerbangkan pesawat dalam keadaan mabuk" sebelum memerintahkan penahanan praperadilan terhadap mereka.
Kejaksaan mengatakan para pilot tersebut "menimbulkan ancaman nyata" bagi "bandara, para penggunanya, dan keselamatan wilayah udara yang dilintasi pesawat sebelum kecelakaan terjadi," katanya.
Foto-foto yang beredar secara daring memperlihatkan bahwa, kecuali bagian kokpit, seluruh badan pesawat terbakar habis setelah insiden tersebut.
Pihak kejaksaan menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung.
(lir/lir)