Saudi Vs Houthi Memanas Perkara Drone Dekat Tanah Suci

Saudi Vs Houthi Memanas Perkara Drone Dekat Tanah Suci

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Sep 2026 22:06 WIB
A Saudi Arabian flag flies on Saudi Arabias consulate in Istanbul on October 4, 2018. - Jamal Khashoggi, a veteran Saudi journalist who has been critical towards the Saudi government has gone missing after visiting the kingdoms consulate in Istanbu
Ilustrasi bendera Arab Saudi (Foto: AFP/OZAN KOSE)
Jakarta -

Hubungan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas setelah Arab Saudi mengaku mencegat sebuah drone yang meluncur dekat Kota Mekkah. Saudi menyebut drone tersebut diluncurkan Houthi dan diarahkan menuju wilayah kota suci, tetapi Houthi membantah tudingan tersebut.

Awalnya Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat pada Selasa (15/9) yang memperkirakan potensi serangan di beberapa wilayah Kota Suci. Peringatan itu mencakup Mekkah, Jeddah, dan Taif di bagian barat Saudi.

Dilansir Anadolu Agency, peringatan dikeluarkan melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat. Badan Pertahanan Sipil Saudi menyerukan masyarakat untuk mencari perlindungan dan mengikuti instruksi keselamatan resmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, otoritas Saudi tidak merinci jenis ancaman yang dimaksud dalam peringatan tersebut. Tak lama, peringatan kemudian dicabut.

Sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi mengatakan serangkaian serangan rudal dan drone Houthi menyasar sejumlah wilayah di Saudi, termasuk Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Sedikitnya 13 orang dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

Koalisi Saudi menyatakan akan merespons serangan tersebut dengan tegas dan mengambil langkah operasional yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan Arab Saudi.

Saudi Cegat Serangan Drone Usai Peringatan Darurat

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengatakan sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan drone tersebut pada Selasa (15/9) sekitar pukul 18.50 waktu setempat. Drone disebut berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas Mekkah, sementara puing-puingnya jatuh di sebelah selatan kota.

Al-Malki menyebut insiden tersebut sebagai upaya kedua Houthi untuk menargetkan Mekkah. Ia merujuk pada peluncuran rudal balistik yang menurut koalisi Saudi diarahkan ke Mekkah pada Juli 2017.

Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah, kata Al-Malki, merupakan "red line" atau garis merah bagi Arab Saudi. Dia menegaskan koalisi akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah serangan serupa.

"Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah adalah red line, dan Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan memberikan efek jera terhadap milisi teroris Houthi," kata Al-Malki dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X.

Houthi Membantah

Kelompok Houthi membantah tudingan Arab Saudi bahwa mereka meluncurkan drone yang diarahkan ke Mekkah. Pejabat biro politik Houthi, Hazem al-Assad, menyebut tudingan 'basi' atau sudah pernah digunakan sebelumnya.

"Klaim mengenai penargetan Mekkah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya," tulis Hazem al-Assad di akun X, dilansir AFP, Rabu (16/9/2026).

Dia menegaskan klaim tersebut tidak lagi dapat memperdaya publik. "Tidak lagi dapat memperdaya siapa pun," imbuhnya.

Di sisi lain, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim pihaknya menembak jatuh jet tempur F-15 milik Arab Saudi di wilayah Marib, Yaman.

Saree mengatakan jet tempur tersebut ditembak menggunakan rudal yang diklaim dibuat secara lokal. Menurutnya, F-15 itu ditembak ketika sedang melakukan operasi militer di wilayah udara Provinsi Marib.

"Angkatan Bersenjata Yaman, dengan pertolongan dan karunia Allah, berhasil menembak jatuh jet tempur F-15 Saudi saat jet tempur itu sedang melakukan operasi permusuhan untuk mendukung mobilisasi militer mereka di wilayah udara Provinsi Marib," kata Saree dalam pernyataannya.

Namun, klaim Houthi mengenai jatuhnya jet tempur F-15 tersebut belum mendapat konfirmasi dari pihak Arab Saudi.

Saree juga membantah bahwa operasi Houthi menargetkan Mekkah. Dia mengatakan serangan kelompoknya diarahkan ke fasilitas minyak dan pangkalan militer Saudi yang disebutnya berada jauh dari situs-situs suci.

"Operasi kami menargetkan fasilitas minyak dan pangkalan militer mereka, yang lokasinya jauh dari situs-situs suci," tegas Saree.

Dengan demikian, tudingan mengenai drone yang disebut menuju Mekkah masih menjadi klaim yang diperselisihkan. Arab Saudi menyatakan drone tersebut merupakan serangan Houthi, sementara kelompok Houthi menyangkal telah menargetkan kota suci tersebut.

Simak juga Video: Bantah Serang Makkah, Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di Yanbu

Halaman 2 dari 2
(eva/lir)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini