Rentetan Rudal-Drone Houthi Hantam Arab Saudi, 13 Orang Luka

Rentetan Rudal-Drone Houthi Hantam Arab Saudi, 13 Orang Luka

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Sep 2026 10:40 WIB
Petempur Houthi di Yaman (dok. REUTERS/Stringer)
Petempur Houthi di Yaman (dok. REUTERS/Stringer)
Riyadh -

Rentetan serangan rudal dan drone yang dilancarkan kelompok pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman, menghantam setidaknya tiga kota di wilayah Arab Saudi. Sedikitnya 13 orang, yang semuanya warga sipil, mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan tersebut.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Brigadir Jendral Turki al-Malki, seperti dilansir TRT World, Selasa (15/9/2026), mengonfirmasi serangan rudal dan drone Houthi terhadap kerajaan tersebut, yang disebutnya sebagai serangan terkoordinasi.

Al-Malki menyebut serangan lintas perbatasan itu menargetkan Khamis Mushait, Abha, dan Taif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut rentetan serangan Houthi itu memicu sedikitnya 13 korban luka, yang mengalami cedera ringan hingga sedang.

ADVERTISEMENT

Amunisi dan serpihan logam yang jatuh ke wilayah Saudi, sebut Al-Malki, juga menyebabkan kerusakan struktural terhadap tujuh rumah dan dua kendaraan sipil.

Al-Malki menuduh Houthi secara sengaja menargetkan non-kombatan dan infrastruktur sipil.

"Komando Pasukan Gabungan Koalisi akan menangani serangan-serangan ini secara bertanggung jawab dan secara tegas demi melindungi kedaulatan kerajaan, objek-objek sipil, dan warga sipil dari serangan-serangan keji ini," tegas Al-Malki dalam pernyataannya.

Dia menegaskan bahwa Saudi akan merespons serangan Houthi dengan tetap mematuhi hukum internasional dan prinsip membela diri yang diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Konfirmasi Saudi soal serangan Houthi itu disampaikan setelah juru bicara kelompok yang didukung Iran itu, Yahya Saree, mengumumkan pada Senin (14/9) bahwa jet-jet tempur Saudi -- terutama jet tempur F-15 dan Typhoon -- melancarkan 54 serangan udara di sebanyak lima provinsi di Yaman dalam waktu 24 jam.

Saree memperingatkan pengeboman besar-besaran semacam itu "tidak akan dibiarkan tanpa balasan".

Sebelumnya, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas peluncuran operasi skala besar yang melibatkan rudal dan drone menargetkan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait. Kelompok itu juga mengancam akan memperluas cakupan serangan hingga jauh ke dalam wilayah Saudi.

Konfrontasi antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman serta pasukan koalisi pimpinan Saudi meningkat tajam sejak awal Juli, setelah situasi yang relatif tenang selama bertahun-tahun imbas gencatan senjata yang disepakati pada tahun 2022 lalu.

Tonton juga video "Baku Tembak Tentara Yaman dan Pasukan Houthi"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini