Memanas, Arab Saudi Terus Gempur Houthi di Yaman

Memanas, Arab Saudi Terus Gempur Houthi di Yaman

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Sep 2026 12:18 WIB
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree (dok. REUTERS/Khaled Abdullah)
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree (dok. REUTERS/Khaled Abdullah)
Sanaa -

Kelompok pemberontak Houthi melaporkan bahwa Arab Saudi melancarkan lebih dari 50 serangan terhadap posisi-posisi mereka di Yaman dalam 24 jam terakhir. Ini terjadi setelah kelompok yang didukung Iran itu mengklaim telah melancarkan serangan langka menggunakan drone dan rudal terhadap pangkalan militer di Saudi.

"Musuh kriminal Saudi telah melancarkan 58 serangan udara dalam 24 jam terakhir," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree pada Minggu (13/9) waktu setempat, seperti dilansir AFP, Senin (14/9/2026).

Laporan televisi Almasirah, yang dikelola Houthi, pada Minggu (13/9) menyebutkan bahwa "penerbangan Saudi melancarkan dua serangan" di area Saada, yang merupakan basis pertahanan kelompok tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilaporkan juga bahwa tembakan artileri menghujani area distrik perbatasan Monabbih, yang terletak di provinsi yang sama. Almasirah juga melaporkan dua serangan Saudi lainnya menghantam sebuah pasar di Provinsi Al-Jawf, wilayah utara Yaman.

ADVERTISEMENT

Houthi telah melaporkan lebih dari 100 serangan terhadap posisi mereka sejak Selasa (8/9) pekan lalu. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi dari Riyadh.

Hingga saat ini, serangan Saudi disebut menargetkan garis depan pertempuran, untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman, tanpa menyasar pusat kekuatan utama Houthi, termasuk ibu kota Yaman, Sanaa.

Beberapa waktu terakhir, Houthi kembali terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh Saudi. Pertempuran itu mengakhiri ketenangan selama beberapa tahun terakhir di kawasan tersebut, setelah gencatan senjata disepakati untuk konflik Yaman pada tahun 2022 lalu.

Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap Saudi dan menargetkan kapal-kapal Saudi di Laut Merah.

Bentrokan terbaru itu terjadi menyusul serangan ofensif Houthi selama sepekan yang berujung pada direbutnya kendali atas wilayah pesisir Yaman di tepi Laut Merah oleh kelompok tersebut. Hal tersebut memperkuat cengkeraman Houthi atas Selat Bab al-Mandeb yang strategis dan merupakan gerbang masuk Laut Merah.

Jalur perairan tersebut menjadi jalur vital bagi ekspor minyak Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, mengingat Selat Hormuz masih diblokade Iran di tengah konflik yang berlarut-larut dengan Amerika Serikat (AS).

Pekan lalu, Houthi melancarkan serangan rudal dan drone terbesar mereka terhadap Saudi -- yang menjadi serangan udara terbesar Houthi dalam beberapa tahun terakhir. Rentetan serangan itu menyebabkan kebakaran di fasilitas-fasilitas minyak Saudi dan membuat sedikitnya 73 orang luka-luka.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini