Amerika Serikat (AS) mengumumkan kebijakan baru untuk menyerang kapal tanker Iran sebagai pembalasan atas serangan Teheran yang mengancam kapal-kapal perangnya di kawasan Timur Tengah. Pertempuran terbaru antara Washington dan Teheran semakin memanas dengan kapal-kapal tanker kini menjadi target.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio, seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (9/9/2026), menegaskan bahwa Washington akan terus menargetkan kapal-kapal tanker Iran, selama negara itu terus menyerang kapal-kapal militer AS.
"Iran terus berupaya menyerang kapal-kapal Angkatan Laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal tersebut, mereka akan kehilangan kapal tanker, dan saya rasa Anda akan melihat hal itu terjadi lagi hari ini," tegas Rubio saat berbicara kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Kolombia.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya mengumumkan bahwa pasukan AS telah menyerang dan menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran pada Selasa (8/9) waktu setempat. CENTCOM merilis rekaman video yang memperlihatkan kapal-kapal itu terbakar sebelum akhirnya tenggelam.
CENTCOM menyebut serangan itu merespons tindakan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang "menargetkan kapal perang Angkatan Laut AS dengan rudal balistik sebanyak dua kali dalam dua hari terakhir".
Diklaim oleh CENTCOM bahwa serangan IRGC itu berhasil dihindari dan tidak ada korban luka dari kalangan personel militer AS.
"Kapal perang AS tersebut berhasil menghindari upaya serangan Iran dan terus berpatroli di perairan kawasan tersebut. Tidak ada personel Amerika yang terluka," kata CENTCOM dalam pernyataannya.
(nvc/ita)