Horor Polisi Thailand Tembak Mati Istrinya di Sekolah

Horor Polisi Thailand Tembak Mati Istrinya di Sekolah

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 09 Sep 2026 15:52 WIB
Ilustrasi (dok. Getty Images/mahiruysal)
Ilustrasi (dok. Getty Images/mahiruysal)
Bangkok -

Seorang polisi di Thailand menembak mati istrinya sendiri, yang berprofesi sebagai guru taman kanak-kanak (TK), di sekolah yang menjadi tempatnya bekerja. Untungnya, seluruh anak yang ada di TK yang menjadi lokasi penembakan dipastikan selamat.

Polisi yang mendalangi penembakan tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (9/9/2026), sempat pulang ke rumahnya setelah melakukan aksi mengerikan itu di Provinsi Chonburi, sebelah tenggara Bangkok, pada Rabu (9/9) waktu setempat.

Pihak kepolisian mendatangi rumah pelaku dan melakukan negosiasi untuk membujuknya menyerahkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Motif di balik penembakan mematikan ini belum diketahui secara jelas.

ADVERTISEMENT

Ketua dewan distrik Nong Pla Lai, Sayan Komaon, menuturkan kepada AFP bahwa pelaku penembakan, seorang polisi setempat, mendatangi sekolah tempat istrinya bekerja pada Rabu (9/9) pagi, sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Dia sempat berbicara dengan istrinya, sebelum tiba-tiba menembaknya.

Menurut Sayan, tidak ada siswa yang menyaksikan penembakan tersebut karena peristiwa itu terjadi di luar ruang kelas. Dia menambahkan bahwa pelaku kemudian pergi meninggalkan lokasi untuk pulang ke rumahnya, dan sejak saat saat itu, seluruh siswa telah dijemput pulang.

Gubernur Chonburi, Naris Niramaiwong, dalam pernyataan via Facebook mengonfirmasi bahwa seluruh 44 anak di TK tersebut telah dievakuasi dengan selamat, bersama tiga guru dan tiga anggota staf lainnya.

Naris mengatakan bahwa para personel kepolisian mengepung rumah pelaku dan sedang melakukan negosiasi agar dia mau menyerahkan diri.

Dia juga memerintahkan penutupan sementara TK tersebut dan menyatakan bahwa dukungan psikologis akan diberikan kepada anak-anak dan staf sekolah itu.

Insiden ini menjadi peristiwa penembakan terbaru yang mengguncang Thailand, sekitar satu bulan setelah seorang remaja menembak mati kakek dan neneknya, kemudian menembak mati lima orang staf dan seorang murid di sekolahnya, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.

Thailand memiliki salah satu angka kepemilikan senjata api tertinggi di kawasan ini, dan janji-janji sebelumnya untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api belum mampu mencegah terjadinya penembakan berulang.

Tahun 2022 lalu, seorang mantan polisi yang bersenjatakan pistol dan pisau menyerbu sebuah tempat penitipan anak di Thailand bagian utara. Sedikitnya 24 anak dan 12 orang dewasa tewas dalam penyerangan mengerikan tersebut, yang tercatat sebagai salah satu pembantaian paling mematikan di negara tersebut.

Lihat juga Video '3 Orang Tewas di Insiden Penembakan Minneapolis AS, Termasuk Pelaku!':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini