Serangan Bom dan Pembakaran di Thailand Selatan, 3 Orang Luka

Serangan Bom dan Pembakaran di Thailand Selatan, 3 Orang Luka

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 23 Agu 2026 18:57 WIB
fire png burning flame Isolated on a black background
Ilustrasi Api (Foto: Getty Images/wirot pathi)
Jakarta -

Puluhan serangan pembakaran terkoordinasi dilaporkan terjadi di wilayah selatan Thailand yang dilanda pemberontakan. Serangan tersebut menyebabkan tiga orang terluka dan menyebabkan sejumlah bangunan terbakar.

Dilansir AFP, Minggu (23/8/2026), serangan itu menyasar sebuah gedung kantor pemerintah daerah, sebuah gerai swalayan 7-Eleven, dan sebuah kendaraan curian pada Sabtu malam. Tercatat ada 51 serangan dalam semalam, menurut Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC) militer dan laporan media setempat.

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan ban yang dibakar di tengah jalan serta kobaran api di dalam sebuah gerai swalayan pada Sabtu malam. Sementara polisi menghentikan pengendara untuk pemeriksaan keamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejumlah insiden terkoordinasi yang bertujuan menciptakan kerusuhan terjadi di berbagai lokasi di seluruh provinsi perbatasan selatan mulai sekitar pukul 20.00 hingga tengah malam pada hari Sabtu," kata ISOC dalam sebuah pernyataan.

Sebagian besar serangan itu terjadi di Provinsi Narathiwat, di mana sedikitnya tiga warga sipil dilaporkan terluka dan jam malam diberlakukan. Sementara serangan lainnya terjadi di provinsi tetangga, Yala dan Pattani.

Sejak tahun 2004, konflik berskala rendah terus berlangsung di provinsi-provinsi paling selatan Thailand yang mayoritas penduduknya beragama Buddha, menewaskan lebih dari 7.000 orang, seiring perjuangan pemberontak di wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim untuk mendapatkan otonomi yang lebih luas.

Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pada Minggu pagi, tidak ada laporan serangan lanjutan.

Adapun rincian tiga orang luka diantaranya dua orang wanita, berusia 45 dan 46 tahun, serta seorang pria berusia 21 tahun. Ketiganya terluka akibat ledakan bom di tepi jalan di Narathiwat, menurut pernyataan pejabat provinsi. Ketiganya telah dirawat di rumah sakit dan berada dalam kondisi stabil.

Operator kereta api nasional kemudian menghentikan sementara operasional sebagian rute di Narathiwat usai petugas menemukan kerusakan pada rel akibat "insiden pengeboman yang mengganggu keamanan tadi malam", kata ISOC.

Gubernur Narathiwat, Boonchuay Homyamyen, menyebut pihak berwenang sedang memeriksa lokasi-lokasi serangan termasuk menyasar kantor pemerintah daerah serta menara telekomunikasi dan tiang listrik. Sementara itu, dia mengaku belum memiliki rincian mengenai korban luka.

Komando militer Narathiwat sebelumnya telah mengumumkan pemberlakuan jam malam mulai Sabtu malam hingga pukul 06.00 pagi hari Minggu.

Sebuah kendaraan dicuri dari kantor organisasi administrasi tingkat kecamatan di Narathiwat dalam salah satu serangan yang menyebabkan gedung tersebut terbakar. Truk pikap hangus terbakar kemudian ditemukan ditinggalkan di jalan raya.

Diketahui, kelompok pemberontak di wilayah selatan yang bergolak kerap melancarkan serangan terhadap aparat keamanan dan properti pemerintah, termasuk menjelang kunjungan pejabat ke wilayah tersebut.

Bulan lalu, para penyerang menewaskan lima tentara dalam serangan penembakan dan bom di sebuah pos pemeriksaan di Narathiwat. Wakil Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan jajaran kabinetnya dijadwalkan melakukan kunjungan dua hari ke kota Hat Yai di Provinsi Songkhla bagian selatan pekan depan untuk membahas proyek investasi, pencegahan banjir, dan masalah keamanan, demikian pernyataan kantornya pada hari Sabtu.

Simak juga Video: Kata Pakar soal Kenapa Kebakaran Bar di Thailand Cepat Membesar

(yld/idn)


Berita Terkait