Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran akan terus melawan serangan-serangan terhadap wilayahnya, hingga pihak yang dia sebut sebagai "agresor" benar-benar menyesali tindakan mereka.
Penegasan ini, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Rabu (9/9/2026), disampaikan Pezeshkian saat pertempuran kembali berkobar antara Iran dan Amerika Serikat (AS) beberapa waktu terakhir, setelah sempat mereda sepanjang Agustus.
"Iran selalu menentang perang dan memandang langkah menghindari tindakan menghasut perang sebagai hal penting, demi menjaga kepentingan rakyat dan keamanan kawasan," kata Pezeshkian dalam pernyataan via media sosial X.
"Namun, sebagaimana Iran telah secara berani membela diri terhadap agresi hingga saat ini, negara ini akan terus melanjutkan perlawanan dengan kekuatan hingga para agresor benar-benar menyesali tindakan mereka, dan akan melindungi hak-hak bangsa Iran yang besar," tegasnya.
Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Juni lalu, menyusul mediasi oleh Pakistan dan Qatar. MoU tersebut memuat ketentuan-ketentuan mengenai penghentian pertempuran dan kerangka kerja untuk negosiasi lebih lanjut guna mengakhiri perang secara permanen
Teheran menuduh Washington telah melanggar MoU tersebut dan gagal memenuhi komitmennya. Para pejabat Iran berulang kali menyatakan bahwa operasi militer dan blokade maritim AS harus diakhiri agar ketegangan dalam mereda.
Pada Selasa (8/9), Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, saat berbicara via telepon dengan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi, menegaskan bahwa langkah Washington untuk kembali mematuhi komitmen dalam MoU Islamabad akan membuka jalan bagi deeskalasi.
(nvc/ita)