Presiden Iran Bilang Tak Mau Perang, Tapi Akan Respons Tegas Jika Diserang

Presiden Iran Bilang Tak Mau Perang, Tapi Akan Respons Tegas Jika Diserang

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 31 Agu 2026 12:22 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (dok. Reuters)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (dok. Reuters)
Teheran -

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa negaranya "tidak mencari perang" setelah serangan terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Pulau Larak, yang terletak di bagian selatan negara tersebut. Namun Pezeshkian juga menegaskan bahwa Teheran akan memberikan "respons tegas" jika ada serangan lanjutan.

Dia memperingatkan bahwa ketidakstabilan kawasan Timur Tengah akan menjadi tantangan bagi semua negara.

Berbicara kepada wartawan sebelum bertolak ke Kyrgyzstan, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (31/8/2026), Pezeshkian mengatakan bahwa Iran "tidak mencari perang", tetapi juga "tidak akan tinggal diam menghadapi agresi apa pun".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini menjadi komentar pertama Pezeshkian setelah AS kembali menyerang Iran pada Minggu (30/8) waktu setempat. Serangan itu merupakan yang pertama dilancarkan Washington terhadap wilayah Teheran sejak akhir Juli lalu, ketika pertempuran terhenti.

Dalam pernyataannya pada Senin (31/8), Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran akan memberikan respons tegas terhadap serangan lanjutan apa pun.

"Iran akan memberikan respons tegas terhadap agresor (jika diserang)," tegas Presiden Iran itu dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita Fars.

"Ketidakstabilan dan pergolakan di kawasan ini tidak menguntungkan negara mana pun dan akan menjadi tantangan bagi semua pihak," cetusnya.

Pezeshkian bertolak ke Kyrgyzstan untuk menghadiri pertemuan puncak para kepala negara anggota-anggota Organisasi Kerja Sama Shanghau (SCO). Acara tersebut digelar bersamaan dengan kembali berkobarnya pertempuran antara Iran dan AS.

Pada Minggu (30/8) waktu setempat, pasukan AS membombardir dua peluncur roket milik Iran yang ada di Pulau Larak. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa serangan dilancarkan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terdeteksi sedang mempersiapkan roket-roket bermuatan ranjau laut untuk diluncurkan ke Selat Hormuz.

Pulau Larak merupakan sebuah pulau kecil milik Iran di perairan Selat Hormuz, yang baru-baru ini menjadi titik penting bagi Teheran dalam sektor militer dan pengendalian pelayaran. Pulau itu juga digunakan oleh IRGC untuk memantau lalu lintas kapal yang melintasi salah satu jalur maritim terpenting di dunia.

Menanggapi serangan terbaru AS, IRGC telah menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania, yakni pangkalan udara King Hussein dan Azrag, dengan rudal balistik dan drone pada Senin (31/8) dini hari. Serangan itu dimaksudkan untuk membalas gempuran terbaru AS terhadap Pulau Larak.

Menurut IRGC, serangannya menghantam infrastruktur teknis dan pemeliharaan, dan mengenai area tempat jet-jet tempur ditempatkan. IRGC mengklaim bahwa serangannya telah menyebabkan "kerusakan parah".

Selain menyerang pangkalan AS di Yordania, menurut media pemerintah Press TV, Iran juga meluncurkan rudal terhadap kapal-kapal AS di Selat Hormuz. Namun tidak disebutkan lebih lanjut apakah serangan rudal itu mengenai targetnya.

Lihat juga Video: Iran Luncurkan Rudal dan Drone, Targetkan Pangkalan AS

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini