Xi Jinping Telepon PM Inggris: Cari Titik Temu Sembari Terima Perbedaan

Xi Jinping Telepon PM Inggris: Cari Titik Temu Sembari Terima Perbedaan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 09 Sep 2026 02:17 WIB
Chinese President Xi Jinping looks on as he meets with U.S. Secretary of State Antony Blinken (not pictured) in the Great Hall of the People in Beijing, China, June 19, 2023. REUTERS/Leah Millis/Pool
Presiden China Xi Jinping. (REUTERS/Leah Millis/Pool)
Jakarta -

Presiden China Xi Jinping melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham. Xi mengatakan bahwa kedua negara harus mencari cara untuk memperdalam kerja sama terlepas dari adanya perbedaan di antara mereka.

Dilansir AFP, Rabu (9/9/2026), percakapan telepon tersebut--yang menurut kantor berita resmi China, Xinhua, diprakarsai oleh pemimpin Partai Buruh Inggris itu--merupakan komunikasi publik pertamanya dengan Xi.

Burnham mulai menjabat pada bulan Juli setelah pengunduran diri pendahulunya, Keir Starmer, yang memimpin tahap-tahap awal upaya perbaikan hubungan yang dilakukan secara hati-hati dengan Beijing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hubungan kedua negara sempat tegang selama bertahun-tahun, dipicu antara lain oleh ketegangan terkait situasi politik di bekas wilayah jajahan Inggris, Hong Kong; keputusan London untuk mengeluarkan raksasa teknologi China, Huawei, dari jaringan 5G; serta kritik terhadap catatan hak asasi manusia Beijing.

ADVERTISEMENT

"Meskipun sistem sosial dan realitas nasional kedua negara kita berbeda, kepentingan bersama kita lebih besar daripada perbedaan yang ada," ujar Xi kepada Burnham, sebagaimana dikutip Xinhua.

"Kedua negara harus menunjukkan rasa saling menghormati dan saling percaya, melampaui perbedaan, mencari titik temu sembari menerima perbedaan, serta bersama-sama memperluas cakupan kerja sama yang saling menguntungkan," katanya.

Burnham berjanji untuk "berinteraksi secara terus terang dan konstruktif mengenai isu-isu yang penting bagi kedua negara," demikian pernyataan Downing Street.

Pemimpin Inggris tersebut "membahas masalah keamanan dalam negeri, perang Rusia di Ukraina, Hong Kong, hak asasi manusia, serta kasus-kasus konsuler yang sangat penting" dalam percakapan telepon itu, tambah pernyataan tersebut.

Kedua pemimpin "membahas pentingnya kerja sama pragmatis dalam memajukan kepentingan Inggris dan China serta mengatasi tantangan global bersama," menurut keterangan resmi pihak Inggris.

Pada bulan Januari, Starmer menjadi perdana menteri Inggris pertama yang mengunjungi China dalam kurun waktu delapan tahun; kunjungan tersebut menghasilkan belasan kesepakatan kerja sama dan kesepakatan untuk menurunkan tarif China terhadap produk wiski.

Inggris telah berupaya meminimalkan ketergantungan pada China dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan melarang Huawei beroperasi di jaringan 5G dan mengeluarkan raksasa energi CGN dari proyek pembangkit listrik tenaga nuklir.

Dalam percakapan telepon hari Selasa itu, Xi mengatakan kepada Burnham bahwa "kami berharap Inggris akan sepenuhnya melindungi hak dan kepentingan yang sah dari para investor China," menurut Xinhua.

Pernyataan ini muncul menyusul langkah pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap British Steel pada bulan Juli, perusahaan yang sebelumnya dimiliki oleh perusahaan China, Jingye Steel.

Kementerian Perdagangan China saat itu menentang langkah tersebut, menuduh Inggris mengambil alih perusahaan secara "paksa" dengan "dalih keamanan nasional". Jingye menuntut kompensasi dan mengancam pemerintah Inggris dengan tindakan hukum.

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini