Kementerian Luar Negeri Islandia menyatakan telah memanggil duta besar Amerika Serikat (dubes AS) setelah Presiden AS Donald Trump mengunggah peta yang tampak menampilkan pulau tersebut sebagai bagian dari AS. Islandia mengatakan peta yang diunggah Trump tak pantas.
"Menteri Luar Negeri, Thorgerdur Katrin Gunnarsdottir, memanggil Duta Besar AS kemarin untuk menyampaikan pesan tegas bahwa gambar tersebut sama sekali tidak pantas," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan dilansir AFP, Selasa (8/9/2026).
Pada Senin (7/9), Trump mengunggah gambar peta Amerika Utara ke media sosial, di mana wilayah Kanada, Greenland, Meksiko, sebagian besar Amerika Tengah dan Karibia, serta Islandia, diberi warna motif bendera AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh wilayah daratan tersebut diberi label 'United States of America' atau Amerika Serikat dan gambar itu diunggah tanpa penjelasan lebih lanjut.
Islandia mengandalkan Washington untuk keamanannya karena negara kepulauan subarktik ini tidak memiliki militer sejak meraih kemerdekaan pada tahun 1944.
Islandia merupakan anggota pendiri NATO dan memiliki perjanjian pertahanan bilateral tahun 1951 dengan Amerika Serikat.
Ancaman berulang Trump untuk mengambil alih Greenland--wilayah otonom Denmark yang terletak kurang dari 300 kilometer (185 mil) dari Islandia--serta perselisihan dagangnya dengan Kanada telah membuat Islandia resah.
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengatakan kepada media pada Senin (7/9) malam, bahwa "pemerintah dan rakyat Greenland telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak ingin menjadi bagian dari Amerika."
"Kami tentu dapat menegaskan kembali pesan tersebut hari ini," ujarnya kepada kantor berita Ritzau saat mengomentari peta itu dalam kunjungannya ke Greenland.










































