Warga Nepal Peringati Setahun Demo Gulingkan Pemerintah

Warga Nepal Peringati Setahun Demo Gulingkan Pemerintah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 16:59 WIB
Jejak kehancuran usai demo berdarah di Nepal setahun lalu (dok. REUTERS/Navesh Chitrakar)
Jejak kehancuran usai demo berdarah di Nepal setahun lalu (dok. REUTERS/Navesh Chitrakar)
Kathmandu -

Puluhan anak muda Nepal berkumpul di gedung parlemen yang hangus terbakar pada Selasa (8/9) waktu setempat. Aksi ini untuk memperingati setahun unjuk rasa antikorupsi mematikan yang menggulingkan pemerintahan sebelumnya.

Aksi tersebut, seperti dilansir AFP, Selasa (8/9/2026), juga dimaksudkan untuk mengenang mereka yang tewas dalam unjuk rasa tersebut, di tengah suasana duka yang menyelimuti negara tersebut akibat banyaknya korban jiwa dalam banjir bandang dahsyat yang menerjang dua pekan lalu.

Unjuk rasa yang digelar pada 8-9 September 2025 lalu itu awalnya dipicu oleh kemarahan terhadap larangan sementara pemerintah terhadap media sosial, namun kemudian meluas didorong oleh rasa frustrasi yang lebih mendalami akibat kesulitan ekonomi, korupsi, dan praktik politik yang mengakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi protes yang diwarnai kerusuhan itu menewaskan sedikitnya 76 orang dan berujung pada pembakaran gedung parlemen di Kathmandu, juga pada kantor Perdana Menteri (PM) dan gedung-gedung pemerintahan lainnya.

ADVERTISEMENT

Unjuk rasa tersebut juga melengserkan pemerintahan PM KP Sharma Oli, yang kemudian memicu serangkaian kejadian hingga terpilihnya PM muda, Balendra Shah, pada Maret lalu.

"Hilangnya nyawa tentu saja merupakan hal yang mengerikan. Tetapi dampaknya terhadap politik sepadan, kita telah melihat adanya perubahan," kata mantan demonstran, Aastha Shrestha (23), di lokasi bangunan yang telah hancur tersebut.

"Rasanya pemerintah (saat ini) menghargai pengorbanan yang telah kami lakukan," ucapnya kepada AFP.

Spanduk-spanduk yang menampilkan foto-foto orang yang tewas dalam unjuk rasa tersebut dipasang di area gedung parlemen.

Acara peringatan setahun demo berdarah Nepal digelar di gedung parlemen yang hangus dibakar setahun laluAcara peringatan setahun demo berdarah Nepal digelar di gedung parlemen yang hangus dibakar setahun lalu Foto: Prakash MATHEMA/AFP

PM Shah, dalam pernyataan via media sosial X, menyatakan harapan agar peringatan ini dapat "menginspirasi kita semua untuk melangkah maju demi membangun Nepal yang adil, transparan, dan penuh peluang".

Komisi penyelidikan yang dibentuk untuk mengusut kekerasan dalam unjuk rasa, telah menyerahkan laporannya pada April lalu dan merekomendasikan penyelidikan lebih lanjut terhadap sejumlah pejabat, termasuk Oli.

Menurut laporan tersebut, sebagian besar korban tewas -- sebanyak 51 orang -- tewas ditembak, dengan banyak di antaranya tertembak di kepala atau dada.

Namun menurut Anish Acharya (19) yang hadir ke lokasi peringatan dengan membawa bunga, hampir tidak ada pertanggungjawaban yang nyata sejauh ini.

"Mengapa kami mengobarkan nyawa, apa yang kami dapatkan? Tidak ada harapan akan datangnya perubahan. Oli memang ditangkap keesokan harinya, tetapi selanjutnya apa? Para pelakunya kini bebas berkeliaran. Pemerintah tidak menghargai pengorbanan dan tuntutan kami," ucapnya.

Simak juga Video 'Pria Ini Selamat Usai 9 Hari di Terowongan Terendam Banjir Dahsyat Nepal':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini